Breaking News

BBM Subsidi Diduga Diisi Berulang, Warga Tabanan Minta SPBU dan Aparat Buka Data Transaksi

Gambar ilustrasi: Mobil Suzuki APV hitam saat melakukan pengisian BBM subsidi di SPBU. 

TABANAN, Bali Berkabar — Dugaan pengisian berulang Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh satu kendaraan kembali menjadi perhatian warga di Kabupaten Tabanan, Bali. Masyarakat meminta pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan aparat terkait melakukan pengecekan secara terbuka untuk memastikan apakah pengisian tersebut sesuai ketentuan atau terdapat pelanggaran dalam distribusi BBM subsidi.

Informasi mengenai dugaan tersebut sebelumnya diberitakan oleh Radar007.com pada 25 Agustus 2026 dan ditayangkan diakun TikTok Radar007.com. Bali Berkabar mengutip informasi tersebut sebagai bahan pemberitaan, dengan tetap menempatkan seluruh dugaan sebagai informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut.

Dalam informasi yang dikutip tersebut, kendaraan yang menjadi sorotan merupakan Suzuki APV warna hitam dengan nomor polisi DK 1472 XG. Kendaraan itu disebut warga diduga melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang di salah satu SPBU di wilayah hukum Polres Tabanan.

Warga yang menyampaikan informasi tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Mereka mengaku resah karena di tengah kondisi masyarakat yang harus menghadapi antrean untuk mendapatkan BBM subsidi, muncul dugaan adanya kendaraan yang melakukan pengisian berulang.

Namun demikian, Bali Berkabar belum memperoleh bukti yang dapat memastikan adanya pelanggaran, termasuk apakah kendaraan tersebut benar melakukan pengisian melebihi ketentuan atau bagaimana mekanisme transaksi yang dilakukan.

Begitu pula informasi yang menyebut kendaraan tersebut berkaitan dengan seseorang berinisial HY alias Haryono, masih merupakan keterangan yang bersumber dari informasi warga sebagaimana diberitakan Radar007.com. Karena itu, identitas dan keterkaitan orang tersebut dengan dugaan pengisian berulang perlu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan maupun pihak berwenang.

Persoalan lain yang juga muncul adalah adanya dugaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan keterlibatan atau “perlindungan” oknum tertentu. Dugaan tersebut belum disertai bukti yang terverifikasi dan tidak dapat dijadikan kesimpulan bahwa telah terjadi penyalahgunaan wewenang atau praktik suap.

Untuk memastikan persoalan tersebut, warga mendorong adanya pemeriksaan terhadap rekaman CCTV SPBU, data transaksi kendaraan, waktu pengisian, volume BBM yang dibeli, serta prosedur pengawasan yang diterapkan oleh pengelola SPBU.

Jika dari pemeriksaan tersebut ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan ketentuan distribusi BBM subsidi, masyarakat berharap aparat dan instansi terkait mengambil langkah sesuai hukum dan aturan yang berlaku.

Sebaliknya, apabila pengisian tersebut ternyata dilakukan sesuai prosedur, penjelasan resmi dari pengelola SPBU maupun instansi terkait juga diperlukan agar tidak muncul tudingan tanpa dasar di tengah masyarakat.

Bali Berkabar menempatkan informasi ini sebagai laporan mengenai keresahan dan permintaan warga agar dugaan tersebut diverifikasi. Media ini tidak menyimpulkan bahwa telah terjadi tindak pidana, tidak menyatakan pihak tertentu sebagai pelaku, dan masih membuka ruang konfirmasi serta hak jawab bagi pihak-pihak yang disebut maupun berkaitan dengan informasi tersebut.

Dengan demikian, pertanyaan utama yang kini berada di hadapan pihak terkait adalah sederhana: apakah benar terjadi pengisian BBM subsidi secara berulang oleh kendaraan tersebut, dan jika benar, apakah seluruh prosesnya sesuai ketentuan?

Jawaban atas pertanyaan itu semestinya dapat diperoleh melalui pemeriksaan data transaksi dan rekaman CCTV, bukan berdasarkan dugaan atau spekulasi.

*Sumber informasi awal: Radar007.com, 25 Agustus 2026.


© Copyright 2022 - Bali Berkabar