Breaking News

Kompol Made Derawi Dukung Muaythai sebagai Wadah Positif dan Pembinaan Generasi Muda

Foto: Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi berdiri di tengah bersama dua petarung Muaythai usai pertandingan Sunset Fight Vol. 4 di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Sabtu (22/8/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga sekaligus pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif.

BULELENG, Bali Berkabar — Kejuaraan Muaythai Sunset Fight Vol. 4 di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Sabtu (22/8/2026), bukan sekadar ajang adu kemampuan di atas ring. Kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda Buleleng Barat untuk menyalurkan bakat, membangun mental bertanding, sekaligus mengembangkan karakter melalui olahraga.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut terlihat dari kehadiran Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi yang mengikuti jalannya pertandingan sejak awal hingga partai terakhir. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan sekaligus perhatian terhadap keamanan dan keselamatan para atlet selama kejuaraan berlangsung.

Kompol I Made Derawi tidak hanya hadir sebagai tamu undangan. Di tengah berlangsungnya pertandingan, ia beberapa kali turun langsung ke arena ketika terdapat petarung yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian dalam pelaksanaan kejuaraan olahraga yang melibatkan para petarung muda tersebut.

Menurut Kompol I Made Derawi, Muaythai dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi, minat, dan bakat melalui kegiatan yang terarah.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Melalui olahraga seperti Muaythai, generasi muda di wilayah Gerokgak dapat menyalurkan kegiatan dan energinya ke hal-hal yang positif, sehingga terhindar dari kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Ia menilai olahraga bela diri tidak semata-mata berbicara mengenai kemampuan fisik maupun kemenangan dalam pertandingan. Lebih dari itu, proses latihan dan kompetisi dapat membentuk mental, kedisiplinan, keberanian, serta sportivitas.

“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak muda bisa melatih mental, kedisiplinan dan sportivitas. Mudah-mudahan ke depan dapat terus ditingkatkan hingga mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” harapnya.

Dukungan terhadap perkembangan olahraga di Gerokgak juga datang dari Sekretaris Kecamatan Gerokgak Putu Dony Sugiartha, S.H., yang juga menjabat Ketua KONI Kecamatan Gerokgak. Ia menyambut positif penyelenggaraan Sunset Fight Vol. 4 sebagai bagian dari upaya membuka ruang kompetisi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, semakin banyak wadah olahraga yang tersedia di tingkat desa maupun kecamatan, semakin besar pula kesempatan bagi generasi muda untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kejuaraan seperti ini sangat baik karena memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya. Kami berharap Muaythai bisa semakin berkembang dan menjadi salah satu pilihan olahraga bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk beraktivitas secara positif,” ungkapnya.

Sunset Fight Vol. 4 mempertemukan puluhan petarung muda dari sejumlah desa di wilayah Buleleng Barat. Selain menjadi ajang menguji kemampuan dan mental bertanding, kejuaraan tersebut juga diarahkan sebagai wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet Muaythai yang memiliki potensi untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Kehadiran Kapolsek Gerokgak hingga laga terakhir memberikan pesan kuat bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab insan olahraga, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Dengan dukungan pemerintah kecamatan, KONI, kepolisian, komunitas olahraga, dan masyarakat, Muaythai di Buleleng Barat diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membawa nama Gerokgak hingga ke tingkat yang lebih tinggi. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar