Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran dari udara dengan mengerahkan dua unit helikopter SGi Air Bali yang didukung Finns Search and Rescue dari Benoa, Bali.
LOMBOK, Bali Berkabar – Upaya menemukan lima penumpang yang masih dinyatakan hilang setelah kapal penumpang Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok kembali diperkuat pada hari kedua operasi SAR, Kamis (13/8/2026).
Kali ini, pencarian tidak hanya mengandalkan armada laut. Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran dari udara dengan mengerahkan dua unit helikopter SGi Air Bali yang didukung Finns Search and Rescue dari Benoa, Bali.
Pengerahan armada udara tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian di tengah kondisi wilayah operasi yang berada di kawasan perairan Selat Lombok.
Helikopter pertama bertolak dari Bali pada pukul 12.59 WITA dan tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada pukul 13.33 WITA. Tidak lama setelah mendarat, tepatnya tiga menit kemudian, helikopter langsung diterbangkan menuju area pencarian yang telah ditentukan.
Penyisiran dari udara dilakukan dengan melibatkan personel Kantor SAR Mataram yang turut berada di dalam helikopter. Dari udara, tim memantau sejumlah titik yang dinilai menjadi bagian dari wilayah pencarian korban.
Setelah menyelesaikan penyisiran, helikopter pertama kembali mendarat di Pelabuhan Lembar pada pukul 14.27 WITA sebelum kemudian bertolak kembali menuju Bali.
Pencarian kemudian dilanjutkan menggunakan helikopter kedua. Armada tersebut tiba di Pelabuhan Lembar sekitar pukul 15.36 WITA dan kembali melaksanakan penyisiran udara. Misi pencarian berakhir dengan pendaratan helikopter di Lembar pada pukul 16.30 WITA sebelum kembali ke Bali.
Di permukaan laut, pencarian tetap berlangsung. Tim SAR Gabungan mengoperasikan KN SAR Arjuna bersama RIB 02 Mataram untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi pencarian.
Namun hingga Kamis petang, upaya dari tiga jalur—darat, laut dan udara—belum menemukan tanda-tanda keberadaan lima korban yang masih dicari.
Berdasarkan laporan Posko SAR hingga pukul 18.00 WITA, kelima orang tersebut masih berstatus belum ditemukan. Operasi pencarian pun akan kembali dilanjutkan pada Jumat (14/8/2026).
Peristiwa yang kini menyisakan operasi pencarian tersebut bermula pada Senin (10/8/2026) dini hari.
Kapal penumpang Putri Yasmin diketahui berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Bali, dengan tujuan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Dalam perjalanan melintasi perairan Selat Lombok, kapal mengalami kebakaran sekitar pukul 04.30 WITA.
Peristiwa tersebut kemudian memicu operasi penyelamatan dan pencarian oleh unsur SAR gabungan.
Seiring berjalannya operasi, sebagian penumpang berhasil dievakuasi. Namun, hingga memasuki hari kedua pencarian, masih terdapat lima orang yang belum ditemukan.
Luasnya wilayah perairan Selat Lombok menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Karena itu, strategi pencarian diperluas dengan mengombinasikan penyisiran laut dan udara.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan pengerahan helikopter menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan pencarian korban.
“Pada hari kedua ini, kami memperkuat operasi pencarian melalui udara dengan menerbangkan dua unit helikopter SGi Air Bali yang didukung oleh Finns Search and Rescue, di mana personel kami turut on board di dalam penerbangan tersebut,” kata Hariyadi.
Meski dua penerbangan telah dilakukan dan penyisiran laut terus berlangsung, hasil pencarian hingga pukul 18.00 WITA masih nihil.
Tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian belum berakhir. Penyisiran terhadap lima korban yang masih hilang akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia. (Tim/Red)


Social Header