Breaking News

Filep YS Mayor: Raja Ampat Harus Berpikir Besar!

JAKARTA, Baliberkabar id -
Mencermati perkembangan terakhir di Papua Barat Daya dan Raja Ampat, khususnya terkait penetapan tarif baru yang beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik, saya Filep YS Mayor, SE, M.Si. sebagai intelektual Raja Ampat, berpandangan bahwa sudah saatnya kita melihat persoalan ini dari perspektif yang lebih besar dan lebih strategis.
Sudah lebih dari 22 tahun Raja Ampat dikenal dunia sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di planet ini.

Namun ironisnya, sampai hari ini kita masih menghadapi persoalan mendasar: konektivitas udara yang belum sebanding dengan posisi Raja Ampat sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

PERTANYAANNYA SEDERHANA, TETAPI SANGAT SERIUS :

Mengapa Bali dan Labuan Bajo mampu mengembangkan kapasitas bandaranya untuk menerima penerbangan dengan pesawat yang lebih besar dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia, sementara Raja Ampat belum mampu melakukan lompatan yang sama?

Ini bukan soal membandingkan daerah.
Ini soal visi pembangunan.

Kita tidak boleh terus-menerus berpikir dalam skala kebutuhan hari ini, sementara potensi Raja Ampat berada pada skala dunia.

Karena itu, Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat harus berani mendorong Studi Kelayakan yang komprehensif terhadap Bandara Marinda Raja Ampat.

Studi tersebut harus melihat secara serius :
▪️ Pengembangan dan kapasitas runway
▪️ Pengembangan apron dan taxiway
▪️ Kapasitas dan modernisasi terminal penumpang
▪️ Sistem navigasi dan keselamatan penerbangan
▪️ Fasilitas PKP-PK dan penunjang penerbangan
▪️ Ketersediaan serta dukungan infrastruktur energi dan bahan bakar
▪️ Proyeksi pertumbuhan penumpang dan wisatawan 10, 20 hingga 30 tahun ke depan
▪️ Potensi pembukaan konektivitas penerbangan yang lebih luas, termasuk penerbangan internasional sesuai ketentuan yang berlaku.

JANGAN HANYA MENGHITUNG RAJA AMPAT HARI INI.

HITUNG RAJA AMPAT 10, 20, BAHKAN 30 TAHUN KE DEPAN!

Jika kita benar-benar serius menjadikan Raja Ampat sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, maka infrastruktur transportasinya juga harus dirancang dengan standar dan visi kelas dunia.

Wisatawan domestik maupun mancanegara harus memiliki pilihan konektivitas yang lebih efisien untuk langsung menuju Raja Ampat, bukan terus-menerus menghadapi perjalanan yang panjang, mahal, dan tidak efisien.
Bandara bukan sekadar tempat pesawat mendarat.
Bandara adalah pintu masuk investasi, pariwisata, lapangan kerja, UMKM, PAD, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Raja Ampat memiliki laut yang mendunia.

Raja Ampat memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Raja Ampat memiliki kekayaan budaya dan masyarakat yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.
Maka pertanyaannya :
APAKAH KITA BERANI MEMBANGUN INFRASTRUKTUR SEBESAR POTENSI YANG KITA MILIKI ?
Jangan sampai Raja Ampat hanya dikenal dunia karena keindahannya, tetapi tertinggal karena konektivitasnya.

Kita membutuhkan keberanian politik, perencanaan berbasis kajian, investasi infrastruktur, dan visi pembangunan jangka panjang.

Saatnya berpikir besar.
Saatnya merencanakan dengan visi besar.
Saatnya membangun dengan standar dunia.
Saatnya mempersiapkan Raja Ampat untuk generasi yang akan datang.
Karena Raja Ampat bukan hanya tujuan wisata.

RAJA AMPAT ADALAH ASET STRATEGIS INDONESIA UNTUK DUNIA.(DW)


Filep Y. S. Mayor, SE. M.Si.
Intelektual Raja Ampat


© Copyright 2022 - Bali Berkabar