Petugas BNNK Buleleng melakukan pemeriksaan terhadap sampel urine dalam kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng, Rabu (30/9/2026). Kegiatan serupa juga menyasar sejumlah sekolah di Buleleng.
BULELENG – Upaya mendeteksi sejak dini potensi penyalahgunaan narkotika terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Tidak hanya menyasar lingkungan pemerintahan, pemeriksaan urine juga dilakukan di sekolah hingga kantor desa selama September 2026.
Sedikitnya lima lokasi menjadi sasaran kegiatan deteksi dini BNNK Buleleng sepanjang bulan ini. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Desa Bengkala, SMP Negeri 3 Tejakula, SMP Negeri 4 Seririt, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng, serta Kantor Desa Unggahan.
Terbaru, Rabu (30/9/2026), giliran jajaran Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng yang menjalani pemeriksaan urine.
Sebanyak 24 sampel urine diambil dari lingkungan Damkar. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari kepala dinas, pejabat struktural hingga petugas lapangan.
Hasilnya, seluruh 24 sampel yang diperiksa dinyatakan negatif dari zat narkotika yang menjadi parameter pemeriksaan.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Buleleng, Ni Luh Sri Ekarini, S.Kep., Ns., bersama tim BNNK Buleleng.
Pemeriksaan di Damkar menjadi bagian dari pola deteksi dini yang dilakukan BNNK Buleleng dengan menyasar lingkungan berbeda. Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di lingkungan desa dan satuan pendidikan.
Di sekolah, pemeriksaan menyasar SMP Negeri 3 Tejakula dan SMP Negeri 4 Seririt. Langkah tersebut menempatkan pelajar sebagai salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Sementara di tingkat masyarakat, pemeriksaan dilakukan di Kantor Desa Bengkala dan Kantor Desa Unggahan.
Menurut Sri Ekarini, kegiatan deteksi dini diperlukan sebagai bagian dari langkah pencegahan agar lingkungan yang menjadi sasaran pemeriksaan tetap memiliki kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkotika.
“Dengan adanya kegiatan pencegahan ini ada deteksi dini sehingga pegawai maupun warga binaan tidak coba-coba menggunakan narkoba,” ujar Sri Ekarini dalam keterangannya terkait kegiatan pencegahan narkotika.
Dalam rangkaian kegiatan September tersebut, pemeriksaan urine di Damkar menjadi salah satu bentuk deteksi dini di lingkungan kerja. Hasil pemeriksaan yang seluruhnya negatif menjadi catatan bahwa dari 24 sampel yang diperiksa pada kegiatan tersebut tidak ditemukan indikasi penggunaan zat narkotika sesuai parameter tes.
BNNK Buleleng melalui kegiatan tersebut terus mendorong pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara lintas sektor.
Sekolah, kantor pemerintahan dan lingkungan masyarakat menjadi bagian dari sasaran pencegahan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membangun kewaspadaan sekaligus memperkuat keterlibatan berbagai unsur dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Rangkaian pemeriksaan selama September itu sekaligus menjadi bagian dari upaya BNNK Buleleng mendorong terwujudnya Kabupaten Buleleng Bersinar atau Bersih Narkoba. (HmsBNN)
Editor: Gede Sumertayasa, S.H.


Social Header