Breaking News

Benny Wenda dan Octo Mote Bersatu di Vanuatu, Socratez Yoman: Agenda Perjuangan Sudah Jelas

Gembala Dr. Socratez Yoman menyebut posisi Benny Wenda dalam protokoler resmi Pemerintah Vanuatu adalah pengakuan dan dukungan negara anggota MSG itu terhadap representasi bangsa Papua Barat.



JAKARTA, Baliberkabar.id -
Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman menyatakan, pertemuan Presiden Pemerintahan Sementara ULMWP Hon. Benny Wenda dan Sekjen ULMWP Hon. Octovianus Mote di Port Vila Vanuatu pada 22 Agustus 2026 menjadi penanda persatuan agenda perjuangan Papua Barat."

Pernyataan itu disampaikan Yoman melalui rilis tertulis berjudul "Hon. Benny Wenda Berada Dalam Protokoler Resmi Pemerintah Vanuatu" yang diterima redaksi, Jumat (2/10/2026).

Yoman menyoroti posisi Hon. Benny Wenda yang dalam dokumentasi agenda di Vanuatu tampak berada dalam barisan protokoler resmi delegasi Pemerintah Vanuatu.

"Yang membedakan dan unik ialah Hon. Benny Wenda Presiden Pemerintahan Sementara ULMWP selalu berada dalam protokoler delegasi resmi Pemerintah Vanuatu. Apa artinya? Pemerintah Vanuatu mengaku dan mendukung perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat dengan memberikan jalan, ruang dan waktu kepada Hon. Benny Wenda sebagai wakil atau representasi bangsa Papua Barat," tulis Yoman.

" Tiga Agenda Utama "

Menurut Yoman, agenda yang diperjuangkan Hon. Benny Wenda dan Hon. Octovianus Mote bersama diplomat Papua di luar dan dalam negeri saat ini terfokus pada tiga poin:

1. Keanggotaan penuh ULMWP di Melanesian Spearhead Group (MSG);
2. Kunjungan Komisi Tinggi HAM PBB ke Tanah Papua;
3. Resolusi PBB terkait Papua Barat.

Ia menegaskan, pertemuan 22 Agustus itu menutup perdebatan soal persatuan.

"Hon. Benny Wenda dan Hon. Octovianus Mote sudah bersatu dan berdiri dalam satu spirit dalam agenda bangsa, maka tidak ada alasan untuk diperdebatkan masalah persatuan dalam perjuangan," tulisnya.

"Kutip Pernyataan Dewan Gereja Papua"

Yoman mengaku sejalan dengan pernyataan Moderator Dewan Gereja Papua Pdt. Dr. Benny Giay dalam rapat Dewan Gereja Papua di Honai Bersama pada 21 September 2026 dan pertemuan Dewan Gereja Papua, ULMWP, dan KNPB pada 28 September 2026.

"Kuncinya Tuan Benny Wenda dan Tuan Octovianus Mote sudah berdiri bersama di Vanuatu pada 22 Agustus 2026," tulis Yoman mengutip pernyataan Pdt. Benny Giay.

Yoman menyebut suara Pdt. Benny Giay adalah suara pendiri, pengurus dan anggota Dewan Gereja Papua.

"Dukungan untuk Pemerintahan Sementara ULMWP" 

Dalam rilisnya, Yoman menyatakan tetap mendukung penuh Pemerintahan Sementara ULMWP yang dideklarasikan pada 1 Desember 2020 di Oxford, Inggris oleh Hon. Benny Wenda.

Alasannya, kata dia, merujuk pada rangkaian fakta sejarah 1 Desember 1961, amanat Kongres II Papua 26 Mei-4 Juni 2000, Suara Tim 100 pada 26 Februari 1999, Amanat Mubes 23-26 Februari 2000, dan Amanat Kongres III 17-19 Oktober 2011.

Ia juga mengajak publik untuk fokus pada agenda perjuangan, bukan pada kebingungan soal figur.

"Jangan bingung dan bikin kabur, karena arah dan agenda perjuangan bangsa sudah jelas," tulis Yoman.

Ia menutup rilisnya dengan pernyataan sikap terkait sejarah Papua.

"Kita berjuang untuk pengakuan kedaulatan bangsa Papua Barat 1 Desember 1961. Kita gugat Pepera 1969," tulisnya. (Dwi Wahyudi)

Penulis Rilis:
Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
- Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua
- Pendiri, Pengurus dan Anggota Dewan Gereja Papua Barat (WPCC)
- Anggota Pacific Conference of Churches (PCC)
- Anggota Baptist World Alliance (BWA).(Dwi Wahyudi)



Catatan Redaksi: Rilis ini adalah pernyataan sikap penulis sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
© Copyright 2022 - Bali Berkabar