Breaking News

Ratusan Pemedek Hadiri Prosesi Upacara Tawur Kesanga di Desa Adat Buleleng

Buleleng - baliberkabar.id | Ratusan pemedek padati kawasan catus pata Desa Adat Buleleng pada Upacara Tawur kesanga.

Diawali dengan prosesi pecaruan di catuspata alit tepatnya di simpang empat Pura Desa adat Buleleng. usai melakukan pecaruan, Tri Datu Desa adat Buleleng berbaris beriringan membawa tirta menuju Catuspata Desa adat Buleleng.

Bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga, masyarakat hindu dihadapkan dengan pecaruan serangkaian hari suci Nyepi. Tawur Agung Kesanga dalam Lontar Sang Hyang Aji Swamandala, diartikan sebagai Butha Yadnya yang bertujuan untuk kesejahteraan alam dan lingkungan.

Adapun sulinggih yang muput pada upacara tawur kesanga yakni Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha dari gria Taman Kerta Desa Bubunan Seririt, Ida Sri Bhagawan Rama Sogata dari gria Dalem Cili Ularan Sukasada, Ida Bhagawan Dharma Putra Yoga dari gria Agung Bhuwana Agung Desa pelapuan Busungbiu, Ida Pedanda Dungga Purdasa kemenuh dan Ida pandita Mpu Yoga Manik Geni dari gria Sekar Manik Penarungan kecamatan Buleleng.

Tampak hadir mengikuti prosesi upacara tawur kesanga. Diantaranya, Penjabat Bupati Buleleng, Ketua DPRD Buleleng, Sekda Buleleng, Forkopimda Buleleng, PHDI Buleleng, dan Kantor Kemenag kabupaten Buleleng.

Disela-sela Upacara Tawur Kesanga, Kelian Desa Adat Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM mengungkapkan, pelaksanaan tawur kesanga kali ini berjalan dengan lancar dan sukses. Tampak pemedek mulai ramai ikut bersembahyang. Pihaknya berharap dengan upacara tawur kesanga ini dapat menyucikan bhuana alit maupun bhuana agung. “Semua prosesi upacara tawur sudah berjalan dengan lancar dan sukse, mudah-mudahan vibrasi positif dapat tumbuh usai penyucian bhuana agung dan bhuana alit. Pada keheningan dan kesucian muncul dimana-mana, tentu akan memberikan kesejatraan,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua PHDI Buleleng Gde Made Metera saat mengisi dharma wacana mengungkapkan, pada saat sipeng umat beragama harus dapat memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk introspeksi diri atau mulat sarira untuk saling menghormati, mengembangkan rasa toleransi hidup berdampingan menghormati keragaman budaya dengan bangkit bersama pasca pandemi. 

“Yadnya ini dilaksanakan oleh pihak yang memang patut melaksanakannya, diantaranya Guru Wisesa yang memfasilitasi semua kebutuhan yadnya ini dan yadnya ini sudah direncanakan sejak 1 tahun lalu,  ” katanya

Hal Senada juga diungkapkan Penjabat Bupati Buleleng I Ketut Lihadnyana mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk refleksi diri dalam kehidupan. Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghormati kesepakatan yang telah di tanda tangani oleh pemuka umat beragama.

 “karena ini adalah tahun baru Caka kita harapkan mari kita pakai sebagai sebuah momentum merefleksi diri dan mari perbaiki saat ngembak geni,  ” jelasnya.

Pada saat Upacara Taur Kesanga, Sebanyak 4 Pos penirtaan tersebar di areal catus pata Desa Adat Buleleng yakni, Pos 1 di central upacara kawasan catus pata, pos 2 sasana budaya dan sekitarnya, pos 3 sebelah selatan catus pata dan Pos 4 sebelah utara catus pata. (Red)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar