Breaking News

Empat Kapal Pesiar Sandar di Celukan Bawang, 7.008 Turis Asing Datang Sepanjang Februari 2026

Foto: Wisatawan mancanegara turun dari kapal pesiar di Pelabuhan Celukan Bawang.

BULELENG, Baliberkabar.id  – Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, mencatat lonjakan aktivitas kunjungan kapal pesiar internasional sepanjang Februari 2026. Dalam satu bulan, empat kapal cruise bersandar dan lego jangkar dengan total 7.008 wisatawan serta kru yang dilayani.

Data PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang menunjukkan, dari total kunjungan tersebut, sebanyak 4.385 orang merupakan wisatawan mancanegara dan 2.623 lainnya kru kapal.
Empat kapal yang datang yakni Seven Seas Explorer pada 11 Februari, Riviera (20 Februari), dan Azamara Pursuit (21 Februari) yang sandar di dermaga. Sementara Celebrity Millennium melakukan lego jangkar di area anchorage pada 24 Februari 2026.

Seluruh aktivitas pelayanan dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang bersama sejumlah instansi terkait.

Pelabuhan Celukan Bawang melayani empat kunjungan kapal pesiar internasional dalam kurun satu bulan, dengan ribuan penumpang dan kru yang turun untuk berwisata maupun kegiatan operasional.

Sepanjang Februari 2026, dengan kunjungan tersebar pada tanggal 11, 20, 21, dan 24 Februari. Di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

General Manager Pelindo Regional 3 Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, menyebut konsistensi kunjungan kapal pesiar menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap Bali Utara sebagai pintu masuk pariwisata alternatif.

“Empat kunjungan kapal pesiar dengan total 7.008 orang selama Februari merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder pelabuhan. Kami memastikan pelayanan berjalan aman, lancar, dan sesuai standar operasional,” ujar Imron.

Ia menambahkan, kehadiran kapal pesiar internasional tidak hanya berdampak pada sektor kepelabuhanan, tetapi juga memberi efek ekonomi langsung bagi pelaku usaha pariwisata dan UMKM di Buleleng.

Pelayanan kapal pesiar dilaksanakan melalui koordinasi lintas instansi, melibatkan KSOP, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Kesehatan, TNI AL, Polair, serta agen kapal. Koordinasi ini dilakukan guna memastikan aspek keamanan, kelancaran arus penumpang, serta kepatuhan terhadap regulasi maritim dan keimigrasian selama kapal berada di perairan Celukan Bawang.

Ke depan, Pelindo menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan trafik kapal pesiar sekaligus memperkuat konektivitas destinasi Bali Utara di jalur pelayaran internasional. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar