Bangli – baliberkabar.id | Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang waktunya berdekatan, unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, serta tokoh adat di Kecamatan Bangli memperkuat koordinasi guna menjaga situasi keamanan dan ketentraman masyarakat.
Hal tersebut terwujud dalam Rapat Koordinasi Kecamatan Bangli yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 09.40 s.d. 12.40 WITA, bertempat di Balai Masyarakat Banjar Kubu, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli. Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra, S.Sos., S.H., M.A.P bersama unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh adat, serta para Bendesa Adat dan Ketua Pacalang se-Kecamatan Bangli.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Camat Bangli Sang Made Agus Dwipayana, S.STP dan dihadiri pula oleh Danramil 01/Bangli Kapten Chb. I Komang Gita, para lurah dan perbekel se-Kecamatan Bangli, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA), PHDI, MUI, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta undangan lainnya dengan jumlah peserta sekitar 50 orang.
Dalam sambutannya, Camat Bangli menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri Tahun 2026 yang waktunya berhimpitan memerlukan perhatian bersama dari seluruh unsur masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor sangat penting dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Melalui koordinasi ini diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat toleransi antar umat beragama sehingga pelaksanaan kedua hari raya dapat berlangsung dengan aman dan damai,” ujarnya.
Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa rangkaian pelaksanaan Hari Raya Nyepi pada dasarnya tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan melalui surat edaran bersama MDA dan PHDI berdasarkan keputusan tingkat Provinsi Bali, serta disesuaikan dengan desa kala patra di masing-masing wilayah adat.
Sementara itu, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Bangli juga menegaskan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu atau opini yang berkembang di media sosial yang berpotensi menimbulkan kebingungan. Terkait kemungkinan bertepatan dengan malam takbiran, umat Muslim dipersilakan melaksanakan takbiran secara khidmat di rumah atau di masjid terdekat tanpa menggunakan pengeras suara, sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra dalam arahannya menegaskan bahwa secara umum situasi keamanan menjelang dua hari besar tersebut relatif kondusif. Namun demikian, seluruh unsur masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Kapolsek juga mengimbau kepada para Bendesa Adat dan Pacalang agar terus memantau situasi di wilayah masing-masing serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila terdapat potensi gangguan keamanan.
Selain itu, dalam rangkaian kegiatan menjelang Nyepi seperti Pengrupukan dan pawai ogoh-ogoh, Kapolsek mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga ketertiban, meminimalisir konsumsi minuman keras, serta tidak melewati batas wilayah desa guna menghindari potensi gesekan antar pemuda.
“Apabila ada kegiatan masyarakat yang menggunakan jalur umum atau melibatkan massa dalam jumlah besar, agar disampaikan kepada pihak kepolisian sehingga dapat dilakukan pengamanan secara maksimal,” tegas Kapolsek.
Sementara itu, Danramil 01/Bangli Kapten Chb. I Komang Gita menyampaikan bahwa TNI siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi maupun Idul Fitri. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana alam.
Perwakilan MUI Kabupaten Bangli dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa umat Muslim di Kabupaten Bangli selama ini telah menjalin hubungan yang harmonis. (Sdn/Hms)


Social Header