SIDRAP, Baliberkabar.id – Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Sulawesi Selatan bersama LSM Triga Nusantara (Trinusa) Korwil Ajatappareng mempererat sinergi melalui kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Memperkuat Kekompakan” tersebut digelar di kediaman Ketua Korwil LSM Triga Nusantara Ajatappareng, M. Rusli, SH, di Bendoro, Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Ahad (15/3/2026).
Acara ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus menyatukan visi antara insan pers dan lembaga swadaya masyarakat dalam mendorong pengawasan publik serta upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di Sulawesi Selatan.
Ketua FPII Setwil Sulsel, Risal Bakri, dalam pemaparannya menegaskan bahwa praktik KKN merupakan persoalan sistemik yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk pers dan LSM, untuk melakukan pengawasan secara konsisten.
Ia menjelaskan bahwa FPII hadir sebagai organisasi media yang memiliki komitmen kuat dalam membela insan pers sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
“Pers melalui FPII berperan sebagai watchdog yang memberikan informasi objektif kepada publik, sementara LSM Triga Nusantara bergerak sebagai kontrol sosial di lapangan. Ketika kedua kekuatan ini bersatu, ruang bagi pelaku KKN untuk bersembunyi akan semakin sempit,” ujar Risal Bakri.
Risal juga menyampaikan bahwa FPII saat ini telah terbentuk di 31 provinsi di Indonesia dengan sekitar 1.300 media anggota, yang terdiri dari media online, cetak, dan elektronik, di bawah kepemimpinan Ketua Presidium FPII Dra. Kasihhati.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya menjaga tiga pilar utama dalam gerakan pengawasan publik, yakni integritas, solidaritas, dan kesamaan visi demi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara FPII dan LSM Triga Nusantara tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, namun akan diwujudkan melalui langkah konkret, termasuk integrasi investigasi antara data lapangan dari LSM dengan kerja jurnalistik pers.
“Ke depan, data temuan di lapangan dapat dikemas menjadi laporan dan berita investigasi yang berdampak luas bagi publik,” tegasnya.
Selain itu, kedua organisasi juga berencana membentuk posko pengaduan bersama serta melakukan pengawalan terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Sementara itu, Ketua Korwil LSM Triga Nusantara Ajatappareng, M. Rusli, SH, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kemitraan yang telah terjalin antara organisasinya dengan FPII.
Ia mengakui bahwa peran media memiliki kontribusi penting dalam memperluas informasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap gerakan pengawasan yang dilakukan LSM.
“Kami sangat menghargai FPII sebagai mitra strategis. Tanpa dukungan media dan FPII, Triga Nusantara tidak akan dikenal luas seperti sekarang, khususnya di Sulawesi Selatan,” ujar Rusli.
Rusli juga mengingatkan para anggota Triga Nusantara di wilayah Ajatappareng agar selalu mengedepankan kerja tim dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mengawal kepentingan publik.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus bergerak bersama agar tujuan organisasi dapat tercapai secara maksimal,” tegasnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus FPII Sulsel, di antaranya Wakil Ketua Egy Sunardi Nurdin, Sekretaris Thamrin Nawawi, Divisi Hukum Supratman, SH, Umar Lau, SH, serta Ketua Divisi Analisis dan Kajian Ashadi Kadir yang juga menjabat sebagai Ketua LSM Triga Nusantara DPC Sidrap.
Selain itu hadir pula Ketua DPC Triga Nusantara Parepare Kaharuddin dan Ketua DPC Triga Nusantara Pinrang Andi Arsyad.
Acara ditutup dengan pesan moral bahwa kolaborasi antara pers yang independen dan LSM yang vokal diharapkan mampu menjadi kekuatan pengawasan publik serta mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Sulawesi Selatan. (Smty)


Social Header