Breaking News

Kapolda Bali Kumpulkan Ribuan Pecalang, Satukan Kekuatan Jaga Pulau Dewata

Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., bersinergi dengan Pecalang untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Dewata.

DENPASAR, Baliberkabar.id – Ribuan pecalang dari berbagai desa adat di Bali memadati Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Selasa (23/6/2026). Mereka hadir dalam Apel Siaga Kamtibmas yang dipimpin langsung Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, SH., S.I.K., M.Si., sebagai bentuk penguatan sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Dewata.

Sekitar 1.500 pecalang dari seluruh kabupaten dan kota di Bali mengikuti kegiatan tersebut. Apel juga dihadiri unsur TNI, jajaran Pemerintah Provinsi Bali, serta perwakilan komunitas pengemudi ojek online yang turut menyatakan komitmen menjaga Bali tetap aman, damai, dan kondusif.

Sejak pagi, suasana Lapangan Renon tampak berbeda. Barisan pecalang dengan pakaian adat khas Bali berdiri berdampingan dengan personel TNI-Polri, aparatur pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya. Pemandangan itu menjadi simbol kuat bahwa menjaga keamanan Bali merupakan tanggung jawab bersama.

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan keamanan daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan dan sektor pariwisata yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Bali. Karena itu, sinergi seluruh komponen masyarakat perlu terus diperkuat menghadapi berbagai tantangan yang berkembang.

"Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Pecalang sebagai bagian dari kekuatan sosial dan budaya Bali memiliki peran strategis dalam membantu menjaga situasi tetap kondusif di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun sistem keamanan yang kuat dan berkelanjutan. Melalui kebersamaan tersebut, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini.

Apel Siaga Kamtibmas ini sekaligus menjadi sarana menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar Bali tetap mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung.

Selain memperkuat deteksi dini, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat adat yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni kehidupan sosial di Bali.

Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata dan meningkatnya mobilitas masyarakat, keberadaan pecalang dinilai tetap relevan sebagai garda pengamanan berbasis kearifan lokal yang mampu menjembatani kepentingan adat, budaya, dan keamanan wilayah.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan peserta yang berdiri dalam satu barisan menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga Pulau Dewata tetap aman, damai, dan sejahtera.

Apel Siaga Kamtibmas tersebut menjadi pesan kuat bahwa menjaga Bali bukan hanya tugas aparat penegak hukum semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah dan keberlangsungan pariwisata Bali sebagai destinasi kelas dunia. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar