Karangasem, Bali Berkabar - Kabupaten Karangasem menjadi pusat perhatian dalam gerakan ketahanan pangan nasional di Provinsi Bali. Pada Jumat (3/7/2026) pagi, agenda berskala nasional bertajuk "Festival Jagung Nusantara" sukses diselenggarakan di kawasan Subak Yeh Sayang, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.
Acara ini diinisiasi oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Bali, yang bersinergi erat dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). Kolaborasi lintas sektoral ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menyukseskan program percepatan ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Karangasem yang diwakili oleh Kapolsek Bebandem, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suastawan, S.H., M.H., Kasubag Binkar Bag SDM Polres Karangasem IPTU I Gusti Lanang Putu, S.I.P., Sekretaris DPD Pemuda Tani Indonesia Bali Ida Bagus Surya Pradipta, S.E., perwakilan Camat Bebandem, serta unsur TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) bersama tokoh adat Subak setempat.
Fokus pada Lahan Produktif dan Aksi Nyata Pemuda
Festival ini berpusat di lahan produktif seluas kurang lebih 25 are yang digarap oleh I Komang Gede di Banjar Dinas Beji. Lahan komoditas jagung yang telah diestimasi masa tanamnya sejak Mei 2026 ini menjadi simbol percontohan pemanfaatan lahan daerah yang optimal.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 08.00 WITA, diawali dengan prosesi simbolis penanaman jagung serentak bersama kelompok tani setempat. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga diresmikan Pusat Riset, Pelatihan, dan Bisnis Jagung, serta "Pemuda Tani Mart" oleh DPP Pemuda Tani Indonesia.
Arahan Strategis Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia
Dalam pembukaan resmi secara virtual, Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, G. Budisatrio Djiwandono, memberikan lima poin arahan strategis demi kemandirian pangan nasional:
Akselerasi Swasembada Pangan: Gerakan menanam jagung dan padi di daerah merupakan langkah nyata menyokong instruksi Presiden RI demi mewujudkan swasembada pangan sesingkat-singkatnya.
Pemuda Sebagai Motor Penggerak: Generasi muda dan taruna tani diminta langsung turun ke lapangan untuk menggenjot produktivitas hasil panen secara berkelanjutan, bukan sekadar terjebak dalam kajian teoritis.
Sinergi Lintas Sektoral: Mengapresiasi dukungan penuh dari POLRI dalam aspek pengamanan jalur ketahanan pangan, serta UKRI dalam hal riset demi optimalisasi lahan produktif.
Penguatan Fasilitas Terpadu: Memaksimalkan fungsi pusat riset dan jaringan Pemuda Tani Mart untuk menjamin ketersediaan benih mandiri serta mengamankan rantai pemasaran agar nilai ekonomis petani meningkat.
Integrasi Program Prioritas: Produksi pangan lokal ke depan akan diintegrasikan secara luas untuk menyokong pemenuhan bahan baku pangan nasional berbasis komunitas atau desa.
Kapolsek Bebandem, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suastawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara dari awal hingga sesi ramah tamah dan diskusi lapangan bersama para petani berjalan dengan sangat tertib.
"Secara keseluruhan, kegiatan Festival Jagung Nusantara di Subak Yeh Sayang ini berjalan dengan aman dan lancar. Kami dari pihak kepolisian bersama TNI dan instansi terkait terus berkomitmen mengawal program ketahanan pangan ini agar situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Bebandem selalu kondusif," ujar AKP Suastawan. (Sdn/Hms)


Social Header