Foto: Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Wayan Nuarsa, M.Si., bersama Founder Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, S.S., menunjukkan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) usai penandatanganan di Jimbaran, Bali, Senin (13/7/2026).
DENPASAR, Bali Berkabar – Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kawan Alam Indonesia untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan Blue Economy, konservasi ekosistem pesisir dan laut, serta pemberdayaan masyarakat di Provinsi Bali.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung pada 13 Juli 2026 tersebut dilakukan oleh Dekan FKP Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Wayan Nuarsa, M.Si., bersama Founder Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, S.S.
Kolaborasi yang akan berlangsung selama lima tahun itu menjadi langkah strategis dalam menyinergikan kekuatan akademisi dan masyarakat sipil guna mendukung pembangunan kelautan Indonesia yang berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah, inovatif, partisipatif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, peningkatan kapasitas masyarakat pesisir, implementasi konsep Blue Economy, konservasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut, penelitian terapan, publikasi ilmiah, pendidikan dan pelatihan lingkungan, hingga pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, serta praktik lapangan bagi mahasiswa.
Selain itu, kedua institusi juga akan mengembangkan program ekowisata bahari, desa wisata pesisir, ekonomi kreatif berbasis kelautan, pengelolaan sampah laut, ekonomi sirkular, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga penyusunan berbagai modul pelatihan dan luaran akademik maupun sosial yang mendukung pembangunan wilayah pesisir.
Founder Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi sektor kelautan.
"Masa depan kelautan Indonesia tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi fondasi utama untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Kami berharap sinergi ini melahirkan banyak inovasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Dekan FKP Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Wayan Nuarsa, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, melalui kerja sama tersebut, kapasitas akademik Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana diharapkan mampu bersinergi dengan pengalaman lapangan Kawan Alam Indonesia dalam mendukung konservasi sumber daya kelautan, pengembangan masyarakat pesisir, implementasi Blue Economy, serta penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini juga membuka peluang keterlibatan dosen, mahasiswa, peneliti, relawan, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha dalam berbagai program konservasi, riset, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada solusi terhadap tantangan lingkungan dan pembangunan pesisir.
Melalui kemitraan tersebut, kedua institusi menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan guna mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan di Indonesia. (Smty)


Social Header