Perbekel Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, I Made Separsa, NL.P., CPM, dinobatkan sebagai salah satu mahasiswa terbaik dalam Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II. (Foto: Ist)
BULELENG, Bali Berkabar – Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Buleleng. Perbekel Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, I Made Separsa, NL.P., CPM, dinobatkan sebagai salah satu mahasiswa terbaik dalam Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI).
Penghargaan tersebut diumumkan pada Kamis (16/7/2026). Dalam program tersebut, I Made Separsa mewakili Kabupaten Buleleng bersama Perbekel Desa Tembok untuk mengikuti pendidikan bersama lebih dari 400 kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia.
I Made Separsa mengaku tidak menyangka mampu meraih predikat tersebut mengingat ketatnya persaingan peserta yang berasal dari seluruh Indonesia.
"Saya sudah barang tentu merasa kaget sekaligus bahagia, karena program ini diikuti lebih dari 400 kepala desa dari seluruh Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang mengantarkan dirinya meraih predikat mahasiswa terbaik adalah inovasi Kulkul Digital, sebuah sistem berbasis teknologi yang memanfaatkan aplikasi sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat desa secara lebih cepat dan efektif.
"Inovasi yang saya usung adalah Kulkul Digital berbasis teknologi yang menggunakan aplikasi," jelasnya.
Selama mengikuti pendidikan di Universitas Indonesia, Separsa mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari para dosen yang dinilainya memiliki kualitas akademik dan pengalaman yang sangat baik.
"Banyak ilmu yang saya terima dari para pengajar di sana. Memang benar kualitas dosen di UI sangat profesional sehingga kami bisa dengan mudah menerima dan memahami pembelajaran yang diberikan," katanya.
Usai menyelesaikan program tersebut, Separsa menegaskan bahwa setiap inovasi yang akan diterapkan di Desa Gobleg nantinya akan berangkat dari kebutuhan masyarakat. Ia menilai inovasi tidak boleh dibuat hanya karena mengikuti tren, melainkan harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi warga.
"Sebelum melaksanakan inovasi, saya akan mencari terlebih dahulu permasalahan yang sering dihadapi masyarakat. Setelah itu kami mengidentifikasi masalah tersebut untuk mencari solusi dan menciptakan inovasi yang tepat serta dapat dimanfaatkan oleh seluruh atau sebagian besar masyarakat," ungkapnya.
Sebagai salah satu kepala desa yang memperoleh penghargaan nasional, Separsa menyadari bahwa prestasi tersebut membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Tanggung jawab kami sebagai kepala desa yang menerima penghargaan ini tentu menjadi lebih besar ke depannya," tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh kepala desa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani berinovasi, serta selalu mengutamakan kebutuhan masyarakat dalam setiap program pembangunan desa.
"Lakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan sesuai kebutuhan dan permasalahan yang ada. Ciptakan inovasi yang benar-benar berguna bagi masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan bersama," pesannya.
Keberhasilan I Made Separsa diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah desa lainnya di Kabupaten Buleleng maupun di Bali untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi mewujudkan desa yang semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Smty)


Social Header