Breaking News

Di Tengah Duka BulelengKetua Bidang Kemanusiaan Kesehatan Kreativitas LMP: Mari Perkuat Rasa Empati untuk Sesama yang Susah

"Bali kita adalah Bali yang damai, yang memuliakan kehidupan. Jangan sampai karena emosi sesaat, kita menghilangkan nyawa orang lain. Mari kita jaga bersama, RAy. Endang Setyaningsih Firmasyah"

BALI, Baliberkabar.id -
Tokoh Perempuan Satgas KTIM Angkasa, RAy. Endang Setyaningsih Firmasyah, mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan kemanusiaan dan rasa empati yang tinggi, khususnya kepada keluarga yang sedang dalam kondisi sulit. Ajakan ini disampaikan menyusul meninggalnya KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat (24/7/2026) dini hari.

Melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (27/7/2026), Ibu Endang demikian sapaan akrabnya menyampaikan duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri dan tiga orang anak korban.

"Atas nama Satgas KTIM – Angkasa dan relawan kemanusiaan, kami merasakan luka yang sama. Di saat keluarga sedang susah dan kehilangan, justru yang paling kita butuhkan adalah kasih sayang dan uluran tangan sesama," ujar .
Ketua Bidang Kemanusiaan Kesehatan Kreativitas LMP ini.

Ibu Endang menyoroti dugaan penyebab kematian korban yang berawal dari tuduhan pencurian seekor ayam aduan. Ia menegaskan bahwa di tengah persoalan apapun, kemanusiaan harus tetap menjadi prioritas.

"Sebagai relawan kemanusiaan, kami percaya setiap masalah punya jalan hukum. Main hakim sendiri hanya akan menambah luka baru. Nyawa seseorang, apalagi yang punya tanggung jawab sebagai ayah, tidak bisa dibayar dengan kekerasan," tegasnya.

Lebih lanjut, Ibu Endang menyoroti pentingnya empati terhadap keluarga rentan. Ia menyebut Satgas KTIM – Angkasa siap memberikan pendampingan psikososial dan advokasi kemanusiaan.

"Yang paling kami khawatirkan adalah anak-anak korban. Mereka kehilangan figur ayah dan masa depan mereka jangan sampai terabaikan. Kami siap berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sidetapa, Dinas Sosial, dan Dinas PPPA Provinsi Bali untuk memastikan anak-anak ini tetap mendapatkan akses pendidikan, perlindungan, dan kasih sayang," katanya.

Ibu Endang juga mengajak masyarakat Bali untuk tidak mudah menghakimi dan mau membantu sesama yang sedang susah.

"Bali kita besar karena gotong royong dan rasa kemanusiaan. Mari kita rawat nilai itu. Jangan sampai karena emosi sesaat, kita melupakan bahwa di hadapan kita ada manusia yang butuh ditolong, bukan dihukum di jalanan," ujarnya.

Ia berharap aparat kepolisian, khususnya Polda Bali dan Polres Tabanan, dapat mengusut tuntas kasus ini secara adil dan manusiawi.

"Kami mendesak keadilan ditegakkan. Tapi lebih dari itu, mari kita sama-sama jaga agar tidak ada lagi keluarga lain yang harus kehilangan karena kita lupa menjadi manusia," tutup Ibu Endang.

Sebelumnya diberitakan, korban KD diduga kepergok warga saat hendak mencuri seekor ayam aduan. Dugaan tersebut kemudian memicu aksi pengeroyokan hingga korban meninggal dunia. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan menangkap para pelaku. Proses hukum tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

(DWI WAHYUDI)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar