Foto: Kondisi pohon beringin dan bangunan Pura Alit Desa Adat Penarukan pascakebakaran. Batang dan dahan pohon yang roboh mengakibatkan sejumlah pelinggih, tembok penyengker, serta patung di areal pura mengalami kerusakan.
BULELENG, Bali Berkabar.id – Kebakaran pohon beringin di areal Pura Alit Desa Adat Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan suci pura. Sedikitnya lima pelinggih, tembok penyengker, dan dua patung mengalami kerusakan setelah tertimpa batang serta dahan pohon yang terbakar. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Laporan pertama diterima dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat (TRC).
Berdasarkan hasil asesmen BPBD, pohon beringin berdiameter sekitar empat meter terbakar hingga kurang lebih 75 persen. Akibat kebakaran tersebut, batang dan dahan pohon roboh menimpa bangunan di areal Pura Alit sehingga menyebabkan lima pelinggih mengalami kerusakan cukup parah.
Selain merusak pelinggih, dahan pohon juga menghancurkan tembok penyengker pura sepanjang kurang lebih tiga meter. Sementara itu, dua patung yang berada di bagian belakang pura patah akibat tertimpa batang pohon.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Buleleng melaksanakan penanganan lanjutan pada Minggu (2/8/2026) mulai pukul 09.00 hingga 10.16 Wita. Tim melakukan pembersihan sisa batang pohon menggunakan mesin chainsaw sekaligus memadamkan titik api yang masih tersisa dengan bantuan mesin pompa air agar tidak memicu kebakaran susulan.
Dalam penanganan tersebut, BPBD melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, Lurah Penarukan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu I BPBD Buleleng, pengempon Pura Alit Desa Adat Penarukan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat yang turut bergotong royong membersihkan lokasi kejadian.
BPBD juga mengerahkan satu unit mesin pompa air dan satu unit mesin chainsaw untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
Sementara itu, sebagai langkah pemulihan, pihak pengempon Pura Alit Desa Adat Penarukan akan mengajukan permohonan bantuan sosial melalui Pemerintah Kelurahan Penarukan guna membantu perbaikan bangunan pura yang mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan asesmen sekaligus penanganan di lokasi.
"Fokus kami adalah memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman, tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan, serta membersihkan batang pohon yang membahayakan. Selain itu, kami juga melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan sebagai dasar tindak lanjut. Kami mendukung rencana pengajuan bantuan sosial yang akan dilakukan oleh pengempon pura melalui Kelurahan Penarukan agar proses pemulihan dapat segera dilaksanakan," ujar Gede Suyasa.
Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Buleleng akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, pengempon pura, serta instansi terkait agar proses penanganan pascakejadian berjalan optimal sehingga kegiatan persembahyangan dan aktivitas keagamaan masyarakat di Pura Alit Desa Adat Penarukan dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman. (Smty)


Social Header