Foto: Tangkapan layar video yang memperlihatkan percakapan penumpang dengan pengemudi ojek online yang beredar di media sosial. Sumber: TikTok Inikan Bali.
DENPASAR, Bali Berkabar – Sebuah video yang memuat dugaan pengalaman tidak mengenakkan seorang penumpang ojek online (ojol) di Bali beredar di media sosial. Dalam video tersebut, penumpang terdengar panik dan meminta pengemudi menghentikan perjalanan.
Berdasarkan narasi yang disertakan dalam unggahan yang beredar, peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 00.30 WITA.
Pengunggah yang mengaku sebagai kerabat penumpang menyebut, korban sebelumnya memesan layanan transportasi online dari kawasan Ubud menuju Denpasar Barat.
Namun, dalam perjalanan, pengemudi disebut membawa sepeda motor ke arah yang berbeda dari tujuan yang tercantum dalam aplikasi. Penumpang juga disebut sempat diajak berputar-putar sebelum akhirnya meminta perjalanan dihentikan.
Dalam rekaman percakapan yang beredar, penumpang terdengar mempertanyakan kondisi kendaraan dan keberadaan pelat nomor.
“Mana platnya? Loh platnya juga nggak ada. Tuhan Yesus. Saya sampai gemetar kayak gini, Bapak,” ujar penumpang dalam rekaman tersebut.
Penumpang kemudian mempertanyakan alasan pengemudi sebelumnya menyebut akan mengantarnya ke rumah adiknya.
“Baru kenapa tadi Bapak bilang antar saya ke rumah adik saya?” kata penumpang.
Dalam kondisi panik, penumpang juga meminta agar perjalanan dihentikan dan mengatakan akan kembali memesan layanan transportasi lain.
“Udah sampai sini aja, biar saya pesan lagi,” ucapnya.
Pada bagian lain, penumpang terdengar menyinggung dugaan adanya niat jahat dari pengemudi. Namun, tudingan tersebut langsung dibantah oleh pengemudi.
“Saya tidak berniat,” jawab pengemudi dalam percakapan tersebut.
Penumpang kemudian kembali mengungkapkan rasa takutnya dan mengatakan kedua kakinya masih gemetar.
“Ya udah, nggak usah bawa-bawa nama Tuhan Yesus, Pak. Saya udah bilang dari sana biar saya lebihkan. Kaki saya sampai gemetar kayak gini,” ujar penumpang.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, penumpang disebut akhirnya mengambil keputusan untuk melompat dari sepeda motor yang sedang berjalan karena merasa panik dan terancam.
Aksi tersebut diklaim disaksikan oleh pengendara lain yang melintas. Pengendara tersebut kemudian disebut memberikan pertolongan kepada penumpang dan menghadang sepeda motor yang digunakan dalam perjalanan tersebut.
Namun demikian, Bali Berkabar belum dapat memastikan secara independen seluruh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk apa yang terjadi sebelum dan sesudah rekaman percakapan.
Hingga berita ini ditulis, Bali Berkabar juga belum memperoleh keterangan resmi dari kepolisian mengenai peristiwa tersebut, termasuk apakah kejadian itu telah dilaporkan dan bagaimana tindak lanjutnya.
Identitas penumpang maupun pengemudi juga belum dapat dipastikan secara independen berdasarkan informasi yang tersedia.
Karena itu, seluruh informasi mengenai dugaan penyimpangan rute, rasa takut penumpang, hingga dugaan niat buruk pengemudi dalam pemberitaan ini ditempatkan sebagai klaim atau keterangan yang muncul dalam unggahan dan rekaman yang beredar, bukan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana.
Bali Berkabar tetap membuka ruang bagi pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab apabila diperlukan. (Smty)


Social Header