Breaking News

Sembilan Tewas, Ratusan Mengungsi, Berikut Rangkuman Dampak Banjir di Bali, Denpasar Paling Parah

Foto yang menunjukkan banjir di beberapa daerah di Bali.

Denpasar, Bali Berkabar – Hujan deras yang mengguyur Pulau Dewata sejak Selasa malam (9/9/2025) berujung bencana. Banjir besar melanda sejumlah kabupaten dan kota, menelan korban jiwa, memaksa ratusan warga mengungsi, serta melumpuhkan akses transportasi di berbagai titik. Denpasar tercatat sebagai wilayah paling parah terdampak, di mana aktivitas sehari-hari nyaris terhenti akibat genangan air yang merendam rumah, pertokoan, hingga ruas jalan utama.

Hingga Rabu malam, aparat kepolisian, tim BPBD, Basarnas, dan relawan masih berjibaku di lapangan. Penanganan dilakukan sesuai tugas masing-masing instansi: polisi mengamankan jalur serta mengevakuasi warga, BPBD menyiapkan posko pengungsian dan logistik, sementara tim SAR fokus pada pencarian korban hilang.

Denpasar
Banjir merendam ratusan titik dengan ketinggian air hingga tiga meter, merobohkan bangunan, dan menewaskan empat orang:
-Nadira (48 tahun)
-Ni Wayan Lenyod
-Maimunah (75 tahun) – Terseret arus bersama sepeda motor dan ditemukan di rawa tidak jauh dari lokasi hanyut.
-Seorang wanita yang belum teridentifikasi
-Tiga orang lainnya dilaporkan hilang setelah ruko di Jalan Hasanuddin ambruk diterjang banjir. 

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Krisna Dewi, membenarkan laporan tersebut. “Awalnya ada enam laporan hilang, dua berhasil diselamatkan, sementara empat masih dalam pencarian,” ujarnya.

Badung
Pasangan suami istri terseret arus deras di kawasan Kerobokan. Sang suami, Rio Saputra (20 tahun), meninggal dunia, sementara istrinya, Endang Cahyaning Ayu (42 tahun), berhasil diselamatkan dan kini dirawat di rumah sakit. Satu orang lainnya masih hilang. Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, menegaskan pihaknya bersama tim gabungan sudah mengevakuasi korban.

Jembrana
Banjir menelan dua korban jiwa dan satu orang masih dilaporkan hilang. Lebih dari seratus kepala keluarga terdampak, dengan puluhan di antaranya terpaksa mengungsi. Jalur utama Denpasar–Gilimanuk sempat lumpuh total akibat banjir yang meluas hingga dua kilometer. Kasatlantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, mengatakan pihaknya terus berjaga untuk memastikan keamanan pengguna jalan.

Gianyar
Banjir bandang melanda Kecamatan Sukawati, Blahbatuh, dan Gianyar. Sejumlah rumah, kendaraan, dan ternak warga rusak parah. Satu orang tewas dan satu lainnya dilaporkan hilang. Aparat kepolisian bersama BPBD mengevakuasi warga dan membersihkan akses jalan yang sempat tertutup lumpur.

Tabanan
Puluhan rumah warga terendam, dan akses jalan sempat terputus akibat genangan air yang cukup tinggi. 
Personel kepolisian membantu proses evakuasi dan pengamanan di lokasi rawan. Satu orang tewas dan satu lainnya dilaporkan hilang.

Klungkung
Sebanyak 104 kepala keluarga atau 423 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Dawan. Aparat bersama relawan mendirikan posko pengungsian darurat untuk menampung warga. Satu orang tewas, tidak ada korban hilang.

Bangli dan Karangasem
Longsor dan banjir juga terjadi di Bangli dan Karangasem. Jalur penghubung antardesa sempat tertutup material tanah dan batu, namun saat ini sedang dalam proses pembersihan. Tidak ada korban tewas maupun hilang. Polisi bersama BPBD melakukan patroli dan penanganan darurat di jalur yang terdampak.

Buleleng
Banjir terjadi di beberapa titik, termasuk di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar. Sebuah pohon tumbang menimpa jaringan listrik, sehingga aliran listrik di wilayah tersebut sempat padam. Tim gabungan Polres dan Polair membantu warga mengevakuasi barang-barang serta membuka jalur yang terendam banjir. Tidak ada korban tewas maupun hilang.

Hingga malam ini, aparat kepolisian, BPBD, Basarnas, dan relawan masih berjibaku di lapangan. Penanganan dilakukan sesuai tugas masing-masing: polisi mengamankan jalur serta membantu evakuasi, BPBD menata logistik dan pengungsian, sementara tim SAR fokus mencari korban hilang.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandhy, mengimbau masyarakat tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi. Warga diminta tidak melintasi jalur banjir dan segera menghubungi aparat jika membutuhkan pertolongan.

Semoga cuaca segera membaik, air cepat surut, dan warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dan proses evakuasi dan penanganan darurat berjalan lancar, dan semua pihak yang terdampak segera mendapatkan bantuan serta perlindungan. (Smty)


© Copyright 2022 - Bali Berkabar