Buleleng, Baliberkabar id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Buleleng Command Center (BCC), Rabu (3/9/2025).
Rapat tersebut menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 11 Juli 2025 terkait percepatan pertumbuhan ekonomi menuju target nasional sebesar 8 persen sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, yang memimpin rapat menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat.
“Kontribusi daerah sangat penting untuk mencapai target nasional. Karena itu, seluruh anggota tim harus menjalankan perannya dengan maksimal,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, daerah diminta segera membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Tim tersebut akan diketuai oleh Sekda, dengan Bappeda sebagai sekretariat, serta melibatkan unsur Kejaksaan, Kepolisian, TNI, Bank Indonesia, dan instansi terkait lainnya.
Tim ini bertugas memantau, mengawal, sekaligus melaporkan pelaksanaan sembilan langkah konkret percepatan ekonomi kepada Menteri Dalam Negeri melalui laman resmi kendaliekonomi.kemendagri.go.id
Adapun sembilan langkah yang harus segera dijalankan pemerintah daerah meliputi:
1. Percepatan realisasi APBD.
2. Percepatan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
3. Realisasi proyek infrastruktur pemerintah.
4. Pengendalian harga bahan pokok.
5. Pencegahan ekspor-impor ilegal.
6. Perluasan kesempatan kerja.
7. Peningkatan output industri manufaktur sesuai potensi lokal.
8. Kemudahan perizinan berusaha.
9. Optimalisasi peran pemerintah daerah sebagai penggerak ekonomi.
Sekda Suyasa menekankan, realisasi APBD menjadi salah satu kunci utama dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“APBD merupakan stimulus penting. Maka percepatan realisasi anggaran harus benar-benar dilakukan agar bisa menopang pertumbuhan ekonomi,” tutupnya. (Smty)


Social Header