BULELENG, Baliberkabar.id – Suara kulkul kembali menggema di wilayah Tegal Sari, Kelurahan Banjar Tegal, Minggu pagi (11/1/2026). Bukan untuk upacara adat, melainkan sebagai penanda dimulainya gerakan kolektif menjaga kebersihan lingkungan yang melibatkan kader PKK, Posyandu, dan masyarakat setempat.
Aksi bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari Program Kulkul PKK dan Posyandu yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Bali dan dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota. Di Buleleng, kegiatan dipusatkan di Lingkungan Tegal Sari dengan melibatkan kader dari tingkat kabupaten hingga kelurahan.
Sejak pukul 05.45 Wita, kulkul dibunyikan sebagai tanda berkumpul. Lima belas menit berselang, kegiatan pembersihan lingkungan resmi dimulai. Para kader dan warga menyisir area pemukiman, saluran air, serta titik-titik rawan sampah, sembari melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menyampaikan bahwa gerakan ini tidak hanya menekankan aksi bersih-bersih, tetapi juga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Melalui program ini, kader PKK dan Posyandu menjadi ujung tombak sosialisasi kepada masyarakat. Kebersihan lingkungan tidak cukup hanya dibersihkan, tetapi harus dipahami dan dijaga bersama,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, penggunaan kulkul memiliki makna filosofis sekaligus fungsional. Kulkul menjadi simbol komunikasi tradisional yang mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan bersama yang penting bagi lingkungan dan kehidupan sosial.
Program Kulkul PKK dan Posyandu direncanakan berlangsung rutin setiap bulan, tepatnya pada minggu pertama. Meski Kabupaten Buleleng telah memiliki program Bersih Sampah yang dilaksanakan setiap Jumat, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya bersih sekaligus meningkatkan kesadaran pemilahan sampah di tingkat keluarga.
“Ini adalah bagian dari agenda Pemerintah Provinsi Bali yang kami laksanakan secara konsisten. Harapannya, kebiasaan memilah sampah dan menjaga lingkungan bisa semakin mengakar di masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, serta Kepala Lingkungan Tegal Sari, sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap gerakan peduli lingkungan. (Smty)


Social Header