Breaking News

Lelah Masuk Hutan, Turis Amerika Tewas Saat Trekking di TN Bali Barat

BULELENG, Baliberkabar.id – Aktivitas wisata alam kembali memakan korban. Seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia saat melakukan trekking di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat (30/1/2026) pagi. Korban yang baru memulai perjalanan trekking bersama seorang pemandu lokal mendadak kolaps saat memasuki jalur hutan dan tidak sempat mendapatkan pertolongan maksimal.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban bernama Brad Alan (61) datang ke kawasan TNBB sekitar pukul 10.00 WITA untuk melakukan aktivitas trekking. Namun belum jauh berjalan, baru sekitar 100 meter dari titik awal, korban tiba-tiba mengalami sesak napas dan tampak kelelahan berat.

PS Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, mengungkapkan bahwa pemandu yang mendampingi korban sempat berupaya memberikan pertolongan awal. Korban dipapah untuk beristirahat setelah terlihat berpegangan pada batang pohon dengan napas tersengal.

“Korban sempat duduk, namun tidak lama kemudian terjatuh dan tidak sadarkan diri,” ujar IPTU Yohana, Sabtu (31/1/2026).

Melihat kondisi tersebut, pemandu langsung menghubungi petugas Taman Nasional Bali Barat untuk meminta bantuan evakuasi. Sekitar pukul 10.30 WITA, tim TNBB tiba di lokasi dan segera membawa korban keluar dari kawasan hutan menuju Puskesmas Melaya II, Kabupaten Jembrana.

Namun nahas, sebelum tiba di fasilitas kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal dari tenaga medis menyimpulkan korban meninggal akibat kelelahan saat melakukan aktivitas fisik di jalur trekking.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RSU Jembrana untuk penanganan lebih lanjut sembari menunggu proses administrasi dan koordinasi dengan pihak keluarga. Pihak hotel tempat korban menginap bersama Konsulat Amerika Serikat juga telah dilibatkan dalam penanganan lanjutan.

“Untuk sementara, pihak keluarga menyatakan tidak dilakukan visum maupun otopsi, sambil menunggu keputusan resmi dari keluarga korban,” pungkas IPTU Yohana.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, agar lebih memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum melakukan aktivitas wisata alam yang membutuhkan stamina tinggi, terlebih di kawasan hutan dan medan terbuka.
© Copyright 2022 - Bali Berkabar