Breaking News

Natal PIKI Bali Jadi Momentum Penguatan Kebangsaan, Ketua MIO Turut Hadir

Perayaan Natal Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia Provinsi Bali berlangsung khidmat.

DENPASAR, Baliberkabar.id – Perayaan Natal Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Bali berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan yang digelar di Denpasar, Kamis (16/1/2026), menjadi momentum penguatan nilai iman, kebangsaan, serta toleransi antarumat beragama di Bali.

Perayaan Natal PIKI Bali tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran Ketua Umum PIKI Pusat, Dr. Badikenita Br. Sitepu, yang secara langsung mengikuti rangkaian ibadah dan perayaan bersama jajaran pengurus PIKI Bali dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Badikenita menegaskan bahwa PIKI sejak awal berdiri memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut menjaga keutuhan bangsa.

“PIKI lahir dari semangat kebangsaan dan keimanan. Natal ini menjadi pengingat agar kaum intelektual Kristen tetap setia mengambil peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujar Badikenita.

Perayaan tersebut turut dihadiri berbagai pimpinan dan perwakilan organisasi Kristen di Bali, di antaranya PGPI, PGLII, PBI, Salvation Army, Undhira Bali, YPKH, PPLP, PWKI, PPHKI, BPD Perwati, Parkindo, JKK, GAMKI, YKK, serta Media Independen Online (MIO) Bali.

Ketua MIO Bali yang hadir dalam perayaan tersebut menilai kegiatan Natal PIKI bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga ruang konsolidasi nilai kebangsaan lintas organisasi.

“Natal PIKI ini menjadi contoh bagaimana iman diwujudkan dalam sikap kebangsaan dan keterbukaan. Kehadiran berbagai organisasi menunjukkan bahwa persatuan dan toleransi masih menjadi kekuatan utama Bali dan Indonesia,” ungkapnya.

Selain ibadah Natal, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi sejarah perjalanan PIKI. Organisasi ini dideklarasikan pada 19 Desember 1963 dalam pertemuan di Sekretariat Universitas Kristen Indonesia (UKI), sebagai wadah kaum cendekiawan Kristen untuk berkontribusi secara intelektual dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik bangsa.

Sejumlah tokoh nasional tercatat sebagai pendiri PIKI, di antaranya Johannes Leimena, Todung Sutan Gunung Mulia (TSG Mulia), Manasse Malo, dan Pontas Nasution. 

Meski sempat mengalami masa surut pascakongres pertama pada Agustus 1965, PIKI kembali aktif sejak 1987 dan terus berkiprah hingga kini dalam isu kebangsaan, pendidikan, serta dialog antarumat beragama.

Perayaan Natal PIKI Bali diharapkan menjadi penguat komitmen seluruh elemen organisasi untuk terus menghadirkan nilai kasih, persaudaraan, dan menjadi terang bagi masyarakat luas, sejalan dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar