Breaking News

Pasca Banjir Busungbiu, Sejumlah Sekolah Terancam, Disdikpora Buleleng Turun Tangan

Petugas TNI, Polri, pemerintah desa, warga sekolah, dan para siswa membersihkan lumpur yang menutupi halaman sekolah di SMPN 3 Busungbiu.

BULELENG, Baliberkabar.id – Dampak banjir dan luapan sungai yang melanda wilayah Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, dua hari lalu, mulai terasa serius pada sektor pendidikan. Sejumlah sekolah dilaporkan terdampak, baik akibat genangan lumpur di lingkungan sekolah maupun terhambatnya akses jalan menuju lokasi belajar.

Sebagai bentuk respons cepat, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, turun langsung meninjau kondisi sekolah-sekolah terdampak pada Jumat (16/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan peserta didik serta keberlangsungan proses pembelajaran pascabencana.

Salah satu sekolah yang menjadi perhatian utama adalah SMP Negeri 3 Busungbiu yang berlokasi di Desa Sepang. Sekolah tersebut terdampak luapan air Tukad Pulukan yang membawa lumpur dan material sisa banjir hingga masuk ke area sekolah.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah ruang kelas dan fasilitas pendukung tidak dapat digunakan secara optimal. Aktivitas belajar mengajar pun belum bisa berjalan normal. Kondisi ini diperparah dengan posisi aliran sungai yang kini semakin mendekati bangunan kelas, sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Melihat situasi tersebut, Surya Bharata meminta pihak sekolah untuk tidak memaksakan pembelajaran tatap muka apabila kondisi cuaca dan lingkungan belum memungkinkan.

“Saya berharap kepala sekolah dapat menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi di lapangan. Jika cuaca ekstrem atau situasi belum aman, pembelajaran daring bisa menjadi pilihan sementara. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas, apalagi jarak antara ruang kelas dan aliran sungai sudah cukup dekat,” ujarnya.

Selain SMPN 3 Busungbiu, Disdikpora Buleleng juga melakukan pemantauan di SD Negeri 4 Pucaksari. Sekolah ini sebelumnya sempat terisolasi akibat putusnya akses jalan utama karena abrasi sungai yang terjadi saat banjir.
Meski sempat mengganggu mobilitas guru dan siswa, Surya Bharata menyampaikan bahwa penanganan darurat telah dilakukan oleh instansi terkait. 

Akses sementara kini sudah dapat dilalui, sehingga kegiatan pembelajaran masih bisa berlangsung. “Sudah ada penanganan dari pihak terkait, dan astungkara pembelajaran masih dapat dilaksanakan. Namun kami tetap mengimbau agar sekolah waspada dan memperhatikan perkembangan cuaca,” tegasnya.

Disdikpora Buleleng memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi teknis terkait untuk memantau kondisi cuaca dan infrastruktur sekolah pascabencana.

Langkah-langkah antisipatif, termasuk penyesuaian sistem pembelajaran, akan dilakukan secara situasional dengan mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik sebagai prioritas utama. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar