Breaking News

Pelindo Pastikan Layanan Cargo dan Kapal Pesiar Berjalan Seimbang di Pelabuhan Celukan Bawang

BULELENG, Baliberkabar.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan bahwa aktivitas pelayanan kapal pesiar dan kargo di Pelabuhan Celukan Bawang berjalan secara seimbang dan saling mendukung, tanpa mengesampingkan salah satu fungsi utama pelabuhan.

General Manager Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, menyatakan bahwa peningkatan kunjungan kapal pesiar justru menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pelabuhan secara menyeluruh, termasuk optimalisasi layanan kargo yang selama ini menopang sektor industri dan perekonomian di Kabupaten Buleleng.

“Pelayanan kapal pesiar dan kargo kami rancang berjalan berdampingan. Tidak ada kebijakan mengesampingkan kargo. Justru keduanya menjadi bagian dari strategi pengembangan pelabuhan sesuai Rencana Induk Pelabuhan,” ujar Imron.

Sepanjang 2026, Pelabuhan Celukan Bawang mencatat peningkatan kunjungan kapal pesiar hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini, menurut Pelindo, merupakan bentuk kepercayaan operator kapal pesiar terhadap kesiapan fasilitas dan profesionalisme layanan pelabuhan di Bali Utara.

Untuk mengakomodasi peningkatan tersebut, Pelindo telah melakukan sejumlah peningkatan infrastruktur, antara lain perkerasan area parkir kendaraan sejak November 2025, pembangunan terminal penumpang yang ditargetkan rampung pertengahan Januari 2026, serta penguatan sistem operasional pelabuhan.

Di sisi lain, Pelindo juga terus melakukan pembenahan layanan kargo melalui pengaspalan jalan di area gate masuk, penerapan sistem autogate sejak 2025, serta peningkatan kerja sama dengan mitra strategis seperti pelaku industri energi, semen, dan aspal.

“Kami tengah menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan terkait pengembangan fasilitas sesuai RIP. Jika seluruh tahapan berjalan, layanan kargo dapat semakin optimal dan dilaksanakan bersamaan dengan aktivitas cruise,” jelas Imron.

Pelindo menegaskan bahwa keberadaan kapal pesiar tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar pelabuhan. Sejumlah desa penyangga seperti Celukan Bawang, Pengulon, Tinga-tinga, dan Tukadsumaga turut merasakan dampak positif melalui keterlibatan tenaga kerja bongkar muat (TKBM), UMKM, penyedia kuliner, hingga pelaku seni dan budaya lokal.

Selain itu, Pelindo melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga secara rutin menyalurkan bantuan sembako, alat pelindung diri, serta pelatihan keselamatan kerja bagi TKBM. Upaya ini dibarengi dengan sosialisasi budaya K3 dan pemberian apresiasi kepada TKBM yang disiplin menerapkan standar keselamatan kerja.

“Pelabuhan Celukan Bawang kami dorong menjadi hub wisata bahari sekaligus simpul logistik yang andal. Keduanya tidak bertentangan, justru saling menguatkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Buleleng,” pungkas Imron.

Pelindo memastikan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk KSOP, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, guna menjaga keseimbangan fungsi pelabuhan serta memberikan kepastian layanan bagi seluruh pengguna jasa. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar