BULELENG, Baliberkabar.id – Grand Final Duta GenRe Kabupaten Buleleng Tahun 2026 menegaskan bahwa pembinaan generasi muda tidak berhenti pada seremoni selempang dan gelar. Ajang ini menjadi ruang strategis untuk menguji kapasitas intelektual, karakter, serta kreativitas remaja dalam merespons tantangan sosial di era digital.
Putu Galang Okta Busana dari SMA Negeri 1 Seririt dan Komang Dea Yogi Kristiani dari Universitas Pendidikan Ganesha resmi dinobatkan sebagai Winner Duta GenRe Buleleng Putra dan Putri 2026 dalam grand final yang digelar di Aula SMKN 2 Singaraja, Minggu (22/2/2026). Keduanya terpilih setelah melalui proses seleksi berjenjang yang menitikberatkan pada substansi gagasan dan komitmen sebagai agen perubahan.
Tahapan seleksi dimulai dari administrasi berupa motivation letter, curriculum vitae, dan video profil. Dari proses tersebut disaring 10 besar putra dan putri yang kemudian mengikuti tes tulis, wawancara, motion challenge, serta 2D challenge.
Seleksi berlanjut hingga lima besar putra dan putri yang menjalani masa karantina dan pembekalan intensif. Para finalis diuji melalui program Goes to School, Instagram Challenge, Focus Group Discussion (FGD), penyusunan program kerja, hingga deep interview. Seluruh rangkaian dirancang untuk memastikan Duta GenRe memiliki literasi yang kuat, kemampuan komunikasi publik, serta kreativitas dalam menyampaikan pesan edukatif kepada remaja.
Selain dua pemenang utama, penghargaan RUP I diraih Sukkun Siregar dan Komang Sri Padmayuni. RUP II diberikan kepada Kadek Indra Setiawan dan Dewa Ayu Bintang Pradnyani. Kategori Duta GenRe Intelegensia Putra diraih I Komang Abdi Dwipa Wiguna dan Komang Murniasih, sementara kategori Duta GenRe Sosial Media Putra dan Putri diraih Gede Fendi Asa Pradana serta Elena Gloria Valerie.
Beragam kategori tersebut menunjukkan bahwa indikator penilaian tidak semata berbasis penampilan, melainkan juga kecakapan akademik, kecerdasan sosial, serta kemampuan memanfaatkan media digital secara produktif dan edukatif.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Buleleng, Made Supartawan, menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase transisi yang sangat menentukan arah masa depan seseorang.
“Program GenRe ini bukan ajang seremonial semata. Kami ingin membentuk remaja yang memiliki perencanaan hidup yang jelas, berani bermimpi tetapi juga mampu menyusun langkah yang terukur. Masa remaja adalah fase transisi yang sangat menentukan, sehingga perlu pendampingan keluarga dan lingkungan yang sehat agar potensi mereka berkembang secara optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui wadah GenRe, pemerintah daerah mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator gagasan dan agen perubahan yang mampu memberi dampak positif di tengah masyarakat. (Smty)


Social Header