JEMBRANA, Balibekabar.id – Lonjakan arus mudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah menyebabkan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai sekitar 31 kilometer, Minggu (15/3/2026). Antrean kendaraan bahkan dilaporkan telah memanjang hingga wilayah Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Kepadatan terjadi akibat meningkatnya jumlah kendaraan yang hendak menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa melalui jalur penyeberangan Gilimanuk–Ketapang. Kendaraan yang mengantre didominasi truk logistik, kendaraan pribadi, serta sepeda motor para pemudik.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan bergerak sangat lambat. Sejumlah pengendara bahkan harus menunggu berjam-jam sebelum dapat mendekati kawasan pelabuhan untuk melakukan penyeberangan.
Salah seorang pemudik, Corro, yang melakukan perjalanan dari Denpasar menuju Bogor mengaku berangkat dari Denpasar sekitar pukul 08.00 Wita. Ia awalnya berencana melewati jalur utama Denpasar–Gilimanuk melalui wilayah Jembrana.
Namun di tengah perjalanan, ia mendengar informasi bahwa jalur menuju Gilimanuk mengalami kemacetan panjang. Untuk menghindari kepadatan tersebut, ia akhirnya memilih jalur alternatif.
“Saya berangkat dari Denpasar sekitar jam delapan pagi. Tadinya mau lewat jalur biasa ke Gilimanuk, tapi karena dengar macet panjang di Jembrana, saya akhirnya belok di Bajera lewat jalur Pupuan–Seririt–Gilimanuk,” ujar Corro.
Ia mengaku perjalanan melalui jalur alternatif tersebut tetap dipadati kendaraan pemudik, terutama kendaraan pribadi dan sepeda motor yang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Menurutnya, setelah menempuh perjalanan cukup panjang, ia akhirnya tiba di Pelabuhan Gilimanuk dan berhasil menyeberang sekitar pukul 19.00 Wita.
“Arus mudik memang sudah ramai. Sepanjang perjalanan banyak kendaraan pribadi dan sepeda motor yang menuju Gilimanuk,” katanya.
Sementara itu, untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, aparat kepolisian bersama instansi terkait menerapkan pengaturan serta rekayasa lalu lintas di sejumlah titik jalur menuju Gilimanuk.
Kabid Humas Polda Bali yang juga menjabat sebagai Kasatgas Humas Operasi Ketupat Agung 2026, Kombes Pol. Ariasandy, mengatakan petugas telah disiagakan di sepanjang jalur antrean kendaraan menuju pelabuhan.
Menurutnya, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Bali bersama Polres Jembrana melakukan pengaturan arus kendaraan sekaligus rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kepadatan menuju pelabuhan.
“Petugas ditempatkan di sejumlah titik kepadatan untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta membantu memperlancar arus kendaraan menuju pelabuhan,” ujar Ariasandy.
Selain pengaturan di lapangan, kepolisian juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti ASDP Indonesia Ferry, KSOP, TNI, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta Dinas Perhubungan guna mengoptimalkan pengaturan kendaraan yang akan memasuki kawasan pelabuhan.
Upaya lain yang dilakukan yakni menerapkan penyekatan terhadap kendaraan sumbu tiga ke atas di sejumlah wilayah penyangga seperti Denpasar, Badung, dan Tabanan. Kendaraan tersebut diarahkan menuju buffer zone untuk menerapkan sistem penundaan perjalanan (delay system) guna mengurangi beban kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Polda Bali juga mengimbau para pemudik agar tetap tertib dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran serta keselamatan selama perjalanan. (Smty)


Social Header