DENPASAR, Baliberkabar.id – Inovator asal Bali, Made Hiroki, memperkenalkan desain mesin pengolah sampah bernama “Solusi Aksara” yang dikembangkan sebagai salah satu upaya menjawab persoalan sampah di Bali yang disebut mencapai ribuan ton per hari.
Peluncuran desain teknologi tersebut dilakukan pada Senin (28/4/2026) di Denpasar, dan diklaim mengusung konsep pengolahan sampah berbasis teknologi pirolisis tertutup tanpa proses pembakaran langsung.
Mesin yang dikembangkan melalui PT Aksara Cristy Legal itu bekerja dengan metode pemanasan pada kisaran suhu 400–700 derajat Celsius dalam kondisi minim oksigen dengan bantuan gas inert, sehingga tidak menghasilkan asap seperti proses pembakaran konvensional.
Dalam sistemnya, emisi gas yang dihasilkan diklaim melalui beberapa tahapan filtrasi, mulai dari cyclone, scrubber, hingga carbon filter, sebelum dilepaskan ke udara dalam bentuk uap air.
Made Hiroki menjelaskan, sistem tersebut dirancang untuk mereduksi volume sampah hingga 90–95 persen dalam satu siklus pengolahan yang berlangsung sekitar enam jam, dengan kapasitas 50–100 ton per proses, tergantung konfigurasi unit.
“Hasil akhirnya bukan residu berbahaya, tetapi material berbasis abu stabil yang dapat dimanfaatkan kembali, misalnya menjadi paving block atau campuran bahan konstruksi,” ujarnya.
Ia menegaskan, konsep yang ditawarkan bukan incinerator, melainkan proses pengolahan termal tertutup yang dirancang untuk meminimalkan potensi emisi berbahaya dalam sistem pengolahan sampah.
Secara desain, mesin ini dibuat modular dengan panjang unit sekitar 20–26 meter dan dilengkapi sistem kontrol otomatis berbasis PLC yang memungkinkan operasional lebih sederhana.
Teknologi tersebut juga diklaim mampu mengolah berbagai jenis sampah campuran, mulai dari organik, plastik, styrofoam, hingga limbah residu lainnya yang selama ini sulit ditangani di tempat pembuangan akhir.
Sebagai langkah awal, PT Aksara Cristy Legal berencana membangun unit demonstrasi (demo plant) di Denpasar yang akan mulai dirakit pada Selasa (29/4/2026). Prototipe ini nantinya akan diperkenalkan kepada pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, untuk melihat potensi implementasinya di lapangan.
Made Hiroki menyebut pengembangan teknologi ini tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, tetapi juga pada upaya menciptakan nilai tambah dari hasil akhir proses tersebut dalam kerangka ekonomi sirkular.
“Harapannya, ini bisa menjadi salah satu alternatif solusi dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pengembangan “Solusi Aksara”, pihaknya berharap teknologi ini dapat berkontribusi dalam mendukung upaya penanganan sampah di Bali secara lebih modern dan ramah lingkungan. (Smty)


Social Header