Direktur PT Aksara Cristy Legal, Made Hiroki, yang mengenakan kemeja biru, menyatakan bahwa mesin yang dikembangkan menerapkan teknologi pirolisis.
DENPASAR, Baliberkabar.id – Di tengah persoalan sampah yang tak kunjung tuntas di Bali, sebuah inovasi teknologi mulai muncul dari tangan anak muda lokal. PT Aksara Cristy Legal melalui unit MADEHIROKII SOLUSI AKSARA bersiap meluncurkan mesin pengolah sampah tanpa asap yang diklaim lebih ramah lingkungan.
Langkah ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah Provinsi Bali ikut memberi dukungan terhadap rencana peluncuran teknologi tersebut, yang diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif penanganan sampah di daerah yang selama ini bergulat dengan persoalan TPA penuh dan pencemaran.
Direktur PT Aksara Cristy Legal, Made Hiroki, mengatakan mesin yang dikembangkan mengusung teknologi pirolisis dengan sistem tertutup. Artinya, sampah tidak dibakar secara langsung seperti metode konvensional yang kerap menimbulkan asap dan polusi udara.
“Selama ini persoalan utama pengolahan sampah itu ada di dampak asapnya. Kami mencoba menjawab itu dengan sistem yang lebih bersih,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Dalam prosesnya, limbah dipanaskan dalam ruang tertutup hingga menghasilkan material baru yang masih memiliki nilai guna. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali hasil olahan.
Di Bali, persoalan sampah bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyentuh sektor pariwisata dan kesehatan masyarakat. Karena itu, kehadiran teknologi seperti ini dinilai penting, meski efektivitasnya tetap akan diuji di lapangan.
Hiroki mengakui, keberhasilan inovasi tidak cukup hanya di tahap peluncuran. Implementasi dan penerimaan masyarakat akan menjadi penentu utama.
“Ini baru langkah awal. Tantangan sesungguhnya ada saat teknologi ini digunakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini cenderung berulang tanpa solusi jangka panjang.
Peluncuran mesin ini sekaligus menjadi penanda bahwa keterlibatan generasi muda mulai mengambil peran dalam isu lingkungan di Bali, tidak hanya dalam bentuk kampanye, tetapi melalui inovasi teknologi yang konkret.
Ke depan, mesin pengolah sampah tanpa asap ini diharapkan tidak berhenti sebagai proyek percontohan, melainkan benar-benar bisa diadopsi secara luas jika terbukti efektif menjawab persoalan yang ada. (Smty)


Social Header