Denpasar – baliberkabar.id – Ketegangan menyelimuti tebing curam Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kamis (23/4/2026). Dua warga negara asing asal Rusia terjebak di bawah tebing setinggi sekitar 50 meter saat air laut pasang tiba-tiba mengepung area tempat mereka berada. Dalam kondisi medan ekstrem dan ombak tinggi, aparat gabungan bergerak cepat hingga akhirnya melakukan evakuasi dramatis melalui udara menggunakan helikopter.
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 Wita. Kedua korban, Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20), diketahui meminta pertolongan setelah terjebak di bawah tebing kawasan El Kabron Cliff Club. Air laut yang terus naik menutup akses keluar, sementara jalur di sekitar lokasi dipenuhi batu karang tajam dan tebing terjal.
Informasi darurat tersebut langsung diteruskan kepada aparat. Personel Polsek Kuta Selatan, Satpolairud Polresta Denpasar, dan Basarnas bergerak cepat menuju lokasi. Namun setibanya di titik kejadian sekitar pukul 14.00 Wita, tim dihadapkan pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk evakuasi melalui jalur darat maupun laut.
Gelombang tinggi, angin kencang, serta struktur tebing yang curam membuat setiap langkah menjadi berisiko tinggi. Dalam situasi kritis tersebut, tim gabungan akhirnya mengambil keputusan cepat: evakuasi harus dilakukan melalui udara.
Helikopter milik PT SGI Air Bali dikerahkan. Di tengah tekanan waktu dan kondisi alam yang tidak bersahabat, proses evakuasi berlangsung menegangkan. Tepat pukul 14.58 Wita, kedua korban berhasil diangkat dari lokasi berbahaya dan diterbangkan menuju helipad di kawasan Pelabuhan Benoa.
Sekitar pukul 15.15 Wita, helikopter mendarat dengan selamat. Kedua korban dinyatakan dalam kondisi baik tanpa mengalami cedera serius, sebelum menjalani pemeriksaan medis lanjutan.
Kapolsek Kuta Selatan, AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, menegaskan keberhasilan penyelamatan ini merupakan hasil kerja cepat dan terkoordinasi lintas instansi.
“Ini adalah bentuk sinergi cepat antara kepolisian, Basarnas, dan seluruh pihak terkait. Kondisi di lokasi sangat ekstrem, sehingga keputusan evakuasi melalui udara menjadi langkah paling tepat untuk keselamatan korban,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan wisatawan agar tidak meremehkan kondisi alam, khususnya di kawasan tebing pantai.
“Kami mengimbau kepada wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan pasang surut air laut, terutama saat berada di area tebing yang rawan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. (Smty)


Social Header