Foto: Ribuan warga Busungbiu tampak antusias menghadiri pembukaan Festival Busungbiu yang diselenggarakan di Lapangan Umum Natha Praja, Kecamatan Busungbiu.
BULELENG, Baliberkabar.id – Semangat pelestarian budaya lokal menggema di Lapangan Umum Natha Praja, Kecamatan Busungbiu, Jumat (16/5/2026), saat I Nyoman Sutjidra resmi membuka Busungbiu Festival 2026.
Festival yang berlangsung hingga 18 Mei 2026 itu tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, namun juga menjadi ruang kebangkitan seni budaya, promosi potensi desa, hingga penguatan pelaku UMKM lokal di wilayah Busungbiu.
Mengusung tema “Bhuwana Santhi Loka Kerthi”, rangkaian kegiatan festival melibatkan desa dinas, desa adat hingga kalangan pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se-Kecamatan Busungbiu.
Sejak hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat memenuhi kawasan festival. Berbagai penampilan seni tradisional, hiburan rakyat hingga kegiatan sosial digelar secara terbuka dan menjadi pusat perhatian warga.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah menghidupkan festival tersebut sebagai wadah menjaga identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, Kecamatan Busungbiu memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, budaya hingga ekonomi kreatif yang perlu terus diperkenalkan secara luas.
“Melalui festival ini saya berharap masyarakat tidak hanya menjadikannya sebagai hiburan, tetapi juga momentum memperkuat identitas daerah dan melestarikan budaya lokal,” ujar Sutjidra.
Foto: Bupati Buleleng, Bapak Nyoman Sudjidra (berdiri di tengah) pada saat acara pembukaan Busungbiu Festival.
Sementara itu, Camat Busungbiu Putu Gede Yudana mengatakan festival tersebut sengaja dirancang melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai ruang bersama untuk menampilkan kreativitas dan potensi unggulan desa.
“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi ruang bersama untuk menampilkan identitas, kreativitas dan potensi unggulan desa-desa di Kecamatan Busungbiu,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan mulai dari jalan santai, donor darah, senam kebugaran, pemeriksaan kesehatan gratis hingga beragam perlombaan bernuansa budaya lokal.
Beberapa lomba yang menarik perhatian masyarakat di antaranya lomba ngelawar antar desa adat, mesatua Bali, Baligrafi, lomba mewarnai dan menggambar, hingga ajang Busungbiu Idol yang diikuti generasi muda setempat.
Memasuki malam hari, panggung festival dipenuhi pagelaran seni tari, seni tabuh, tari kolosal hingga penampilan budaya khas dari masing-masing desa di Kecamatan Busungbiu.
Tak hanya menjadi panggung budaya, festival tersebut juga menjadi wadah promosi produk UMKM dan hasil kreativitas masyarakat lokal. Berbagai produk unggulan desa dipamerkan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurut Gede Yudana, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng menjadi dorongan besar bagi masyarakat untuk terus menjaga seni budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa Busungbiu memiliki kekayaan budaya, kreativitas dan potensi desa yang luar biasa untuk diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat,” pungkasnya. (Smty)


Social Header