JAYAPURA, Baliberkabar.id -
Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, menyampaikan pandangannya terkait kondisi yang dialami penduduk asli Papua. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (2/6/2026).
Menurut Socratez Yoman, ada 10 faktor yang ia sebut sebagai "pintu" yang berdampak pada keberlangsungan orang asli Papua. Kesepuluh faktor tersebut adalah:
1. Kekerasan negara
2. Transmigrasi
3. Program keluarga berencana
4. Pemekaran kabupaten dan provinsi
5. Peredaran minuman keras
6. Penyakit HIV
7. Gizi buruk
8. Perampasan tanah milik rakyat
9. Penghancuran hutan milik masyarakat adat
10. Pencemaran sumber air
"Sepuluh poin ini menjadi catatan serius terkait kondisi sosial, kesehatan, lingkungan, dan demografi orang asli Papua," ujarnya
Ia juga menyinggung maraknya konflik antar suku di Papua. Menurutnya, konflik tersebut perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas agar rakyat Papua tidak terpecah.
"Perang antar suku jangan sampai menjadi alat adu domba sehingga bangsa Papua tidak bisa bersatu dan kuat membangun masa depan," katanya.
Socratez Yoman menilai kebijakan transmigrasi, pemekaran wilayah, serta persoalan tanah adat dan lingkungan perlu dievaluasi dampaknya. Sementara miras, HIV, dan gizi buruk disebut sebagai tantangan kesehatan masyarakat.
Sebagai tokoh agama dan akademisi, ia mendorong dialog multipihak antara pemerintah, gereja, akademisi, dan masyarakat adat untuk mencari solusi berbasis data dan kearifan lokal.(**)
Kontak narasumber: 0812-4888-8458


Social Header