Breaking News

Surati Kapolri, Gembala Sochratez Yoman: Pemanggilan Pembuat Dokumenter Pesta Babi Berpotensi Picu Gelombang Protes Nasional

Gembala Dr.Ambirek G. Socratez Yoman,Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, pengirim Surat Terbuka ke Kapolri soal dokumenter "Pesta Babi", 4 Juni 2026. _Foto: Dok.Pribadi_


ITA WAKHU PUROM, Baliberkabar.id -
Gembala Dr. Ambirek G. Socratez Yoman melempar peringatan keras ke Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Lewat Surat Terbuka bertanggal 4 Juni 2026, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua itu menilai pemanggilan hingga penahanan pembuat Dokumenter Film "Pesta Babi" berpotensi memicu gelombang protes nasional hingga internasional.

Surat itu dikirim merespons laporan kepolisian terhadap pembuat film. Socratez menyebut "Pesta Babi" sebagai kritik konstruktif atas kerusakan hutan dan perampasan tanah adat Papua yang dampaknya jangka panjang bagi masyarakat asli.

"Panggilan, pemeriksaan, mungkin juga penahanan akan menjadi momentum dari berbagai pihak yang akan membuat ketidakstabilan Indonesia," tulis Socratez yang diterima redaksi Rabu (4/6/2026).

Lebih jauh, ia memetakan 7 kelompok masyarakat yang berpotensi memanfaatkan kasus itu. Mulai kelompok oposisi, masyarakat miskin, kelompok yang disingkirkan kebijakan penguasa, hingga kelompok yang dirugikan penguasa. 

"Kelompok nomor 3 sampai 7 bisa saja memanfaatkan momentum ini untuk 'menekan' pemerintah dengan demo besar-besaran secara masif," tegasnya.

Sebagai landasan moral, pendeta senior itu mengutip Amsal 14:34: "Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa".

Surat ditandatangani Socratez dengan 4 kapasitas: Presiden Gereja Baptis West Papua, Dewan Gereja Papua Barat, Konferensi Gereja Pasifik, dan Aliansi Baptis Dunia. 

Hingga berita ini diturunkan, Divhumas Polri belum memberikan tanggapan terkait surat terbuka tersebut.(DW)




© Copyright 2022 - Bali Berkabar