Polres Badung mengungkap kronologi singkat dugaan penyekapan pemuda asal Sumbar di Kabupaten Badung.
BADUNG, Baliberkabar.id – Sebuah unggahan di media sosial yang mengabarkan dugaan penyekapan dan pengeroyokan terhadap seorang pemuda asal Sumba Barat di Kabupaten Badung mendadak menjadi perhatian publik. Kisah yang beredar luas di Facebook itu menyebut korban mengalami luka-luka dan kehilangan sejumlah barang pribadinya setelah diduga menjadi korban tindak kekerasan di sebuah hotel kawasan Kuta.
Kasus tersebut kini tengah didalami aparat kepolisian. Polsek Kuta bergerak melakukan penyelidikan setelah informasi mengenai dugaan penyekapan dan penganiayaan itu viral di media sosial pada Minggu (7/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial YKB (24), warga asal Sumba Barat, sebelumnya datang ke Bali setelah memperoleh tawaran pekerjaan melalui media sosial. Korban disebut dijanjikan pekerjaan sebagai administrasi sekaligus asisten pribadi di wilayah Kerobokan.
Berharap mendapatkan pekerjaan, korban kemudian memenuhi ajakan untuk bertemu dengan sejumlah orang di sebuah hotel yang disebut berada di kawasan Seminyak, Kuta. Pertemuan itu disebut dilakukan dengan alasan penandatanganan kontrak kerja.
Namun menurut keterangan yang disampaikan korban kepada penyidik, situasi berubah setelah dirinya berada di lokasi. Korban mengaku diminta menyerahkan sejumlah uang dan selanjutnya mengalami intimidasi. Tidak hanya itu, sejumlah barang pribadi seperti telepon genggam, laptop, KTP, hingga paspor disebut ikut disita.
Korban juga mengaku mengalami tindakan kekerasan yang mengakibatkan luka pada bagian tubuhnya.
Dugaan peristiwa tersebut mulai terungkap setelah korban berhasil keluar dari lokasi dan mencari pertolongan. Salah seorang saksi, Hariyanto, pemilik warung di Jalan Pasir Putih Kedonganan, mengaku didatangi seorang pria dalam kondisi panik dan mengalami luka pada bagian wajah serta pelipis.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.
Kepada saksi, pria tersebut mengaku baru saja mengalami penyiksaan dan penyekapan di sebuah hotel. Melihat kondisi korban, saksi kemudian memberikan bantuan dengan meminjamkan telepon genggam agar korban dapat menghubungi keluarganya.
Korban juga diberikan tempat berlindung sementara sebelum akhirnya memperoleh perawatan medis dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Seiring viralnya informasi tersebut di media sosial, penyidik Polsek Kuta langsung melakukan serangkaian langkah penyelidikan. Polisi telah melakukan pengecekan lokasi yang disebut dalam laporan, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengumpulkan berbagai alat bukti untuk memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan proses penyelidikan masih terus berjalan dan seluruh keterangan yang diperoleh saat ini masih dalam tahap pendalaman.
"Polsek Kuta telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, melakukan pengecekan lokasi kejadian, serta mengumpulkan alat bukti yang diperlukan. Saat ini kasus masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya hasil penyelidikan yang lengkap," tambahnya.
Hingga saat ini, polisi masih berupaya mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus yang telah menyita perhatian publik tersebut. Kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait untuk membantu proses penyelidikan dengan memberikan keterangan kepada penyidik. (Sdn)


Social Header