Kompetisi yang merupakan kolaborasi antara SGRNOW, Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Buleleng, dan Bichito Coffee tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Selain menjadi ajang adu kemampuan, turnamen juga difokuskan untuk menjaring calon atlet yang berpotensi memperkuat kontingen Buleleng pada Porprov Bali 2027.
Ketua Umum ESI Kabupaten Buleleng, Gede Agus Muliawan, mengatakan setiap turnamen menjadi momentum penting untuk memantau perkembangan para pemain. Penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil satu kompetisi, melainkan konsistensi penampilan mereka di berbagai turnamen.
"Melalui event seperti ini kami bisa melihat perkembangan pemain dan tim. Semua memiliki peluang menjadi atlet binaan ESI, tidak hanya berdasarkan satu kali juara, tetapi juga konsistensi mereka di berbagai turnamen," ujarnya.
Ia menjelaskan, raihan satu medali emas cabang olahraga esports pada Porprov Bali 2025 menjadi motivasi bagi ESI Buleleng untuk meningkatkan prestasi saat Buleleng menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027. Menurutnya, semakin banyak kompetisi diselenggarakan, semakin besar peluang munculnya atlet-atlet potensial.
Dukungan juga datang dari Ketua KONI Kabupaten Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, SH. Menurutnya, tingginya animo peserta menunjukkan perkembangan esports di Buleleng terus mengalami peningkatan.
"Ajang seperti ini penting untuk melihat kemampuan atlet sejak dini. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap mereka mampu membawa prestasi bagi Buleleng pada Porprov 2027," katanya.
Sebagai tuan rumah Porprov Bali 2027, lanjut Gede Supriatna, Buleleng menargetkan peningkatan prestasi di seluruh cabang olahraga, termasuk esports yang kini semakin diminati generasi muda.
Selain memperebutkan hadiah, piala, dan sertifikat, SGRNOW Esports Competition #1 diharapkan menjadi agenda rutin sebagai wadah kompetisi sekaligus sarana pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet esports Buleleng yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. (Art)


Social Header