BULELENG, Bali Berkabar – Aksi pencurian hasil bumi kembali meresahkan warga Kabupaten Buleleng. Kali ini, seorang petani di Banjar Dinas Bukit Telu, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, kehilangan sekitar 45 kilogram cengkeh kering beserta sebuah telepon genggam Oppo A3X saat rumahnya dalam keadaan kosong. Peristiwa tersebut bahkan sempat direkam dalam sebuah video oleh seorang warga yang memperlihatkan kondisi rumah korban, lokasi penyimpanan cengkeh, serta barang-barang yang diduga dibawa kabur pelaku. Video itu kemudian beredar di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 12.00 Wita di rumah milik korban Nengah Redika (39), warga Banjar Dinas Bukit Telu, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
Kronologinya, saat itu korban bersama istrinya sedang memetik buah cengkeh di kebun. Sang istri kemudian pulang lebih dahulu ke rumah untuk makan siang. Namun setibanya di rumah, ia mendapati pintu depan sudah dalam keadaan terbuka.
Merasa curiga, istri korban langsung memeriksa bagian dalam rumah. Saat masuk ke kamar, cengkeh kering yang sebelumnya disimpan di pojok ruangan sebanyak kurang lebih 45 kilogram sudah tidak berada di tempat. Selain itu, sebuah ponsel Oppo A3X yang sedang diisi daya juga turut hilang.
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp6 juta.
Dari informasi yang diperoleh, sebelum kejadian korban sempat meminta anaknya untuk menjaga rumah. Namun, anak tersebut diketahui meninggalkan rumah karena pergi bermain sehingga rumah dalam kondisi kosong saat aksi pencurian diduga terjadi.
Meski mengalami kerugian, hingga saat ini korban diketahui belum bersedia membuat laporan resmi ke Polsek Busungbiu.
Sementara itu, seizin Kapolsek Busungbiu, Kanit Reskrim Polsek Busungbiu IPTU Partayasa mengatakan pihaknya tetap mendatangi lokasi setelah menerima informasi terkait dugaan pencurian tersebut.
"Setelah menerima informasi, kami bersama anggota Reskrim dan Bhabinkamtibmas Desa Bengkel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap CCTV yang berada di sekitar lokasi," ujarnya.
Meski demikian, karena korban belum membuat laporan polisi, proses penyelidikan belum dapat dilakukan secara maksimal.
IPTU Partayasa menegaskan, pihaknya akan meningkatkan patroli siang dan malam, khususnya di wilayah yang rawan terjadi pencurian hasil pertanian maupun barang berharga milik warga.
Selain itu, masyarakat juga diimbau agar lebih meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga hasil panen dan harta bendanya, serta segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila melihat orang yang mencurigakan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku," pungkasnya. (Smty)


Social Header