Melalui kegiatan Karya Bakti TNI, Personel Kesdam IX/Udayana, perangkat Desa Peguyangan Kaja dan masyarakat bergotong royong membersihkan saluran air Subak.
DENPASAR, Bali Berkabar – Saluran irigasi yang mengairi persawahan di Subak Dalam, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, dibersihkan melalui kegiatan Karya Bakti TNI, Jumat (28/8/2026).
Pembersihan dilakukan di kawasan Munduk Penataran Subak Dalam, Jalan Sentanu 3, Banjar Blusung. Endapan lumpur, sampah dan tanaman liar yang berpotensi menghambat aliran air dibersihkan bersama-sama agar irigasi menuju lahan pertanian kembali lancar.
Tidak hanya saluran irigasi, kegiatan yang merupakan bagian dari program Satnonkowil tersebut juga menyasar saluran got dan badan jalan di kawasan permukiman.
Babinsa setempat, Serka Daniel Yunias, ikut turun langsung bersama personel Kesdam IX/Udayana, perangkat Desa Peguyangan Kaja dan masyarakat. Sejumlah petugas kebersihan desa serta para kepala dusun juga terlibat dalam kegiatan tersebut.
Pekerjaan dilakukan secara gotong royong. Sebagian warga dan personel TNI membersihkan saluran irigasi, sementara lainnya mengeruk saluran got dan merapikan badan jalan yang dipenuhi sampah maupun tanaman liar.
Bagi masyarakat sekitar, kebersihan saluran bukan hanya persoalan lingkungan. Saluran irigasi yang tersumbat dapat mengganggu distribusi air ke persawahan dan berpengaruh terhadap aktivitas para petani.
Serka Daniel Yunias mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI untuk tetap dekat dengan masyarakat sekaligus membantu kebutuhan warga di wilayah binaannya.
“Kami hadir untuk senantiasa bersinergi dengan warga. Saluran air yang lancar berarti pertanian yang baik, lingkungan yang bersih berarti kehidupan yang sehat. Semoga kebersamaan ini terus terjalin kuat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung hingga seluruh sasaran pembersihan ditangani. Saluran irigasi dan got terlihat lebih bersih, sementara badan jalan kembali rapi dan nyaman dilalui.
Gotong royong tersebut sekaligus menunjukkan bahwa menjaga fasilitas pertanian dan kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat bersama seluruh unsur yang ada di wilayah. (Smty)
Editor: Gede Sumertayasa


Social Header