Buleleng, Bali Berkabar – Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi kawasan Pantai Lovina, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Jumat (24/7/2026). Sejak sore hari, wisatawan domestik maupun mancanegara berbaur dengan warga lokal menyaksikan pembukaan Lovina Festival 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-12, festival ini mengusung tema "Theater of Dolphins", sebuah perhelatan pariwisata tahunan yang menjadi etalase keindahan alam, seni, budaya, dan potensi ekonomi Bali Utara.
Pantauan Bali Berkabar di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat mulai terlihat sekitar pukul 16.00 Wita. Arus pengunjung terus mengalir memenuhi kawasan pesisir dari Pantai Spice Beach, Pantai Tasik Madu hingga Pantai Binaria (Lovina Beach). Banyak pengunjung datang lebih awal demi mendapatkan tempat terbaik untuk menikmati rangkaian pembukaan festival.
Tak hanya area panggung utama yang dipadati penonton, puluhan stan UMKM yang menjual kuliner, minuman, kerajinan tangan, hingga cendera mata khas Buleleng juga diserbu pembeli. Hampir seluruh kursi yang disediakan panitia terisi penuh, sementara sebagian besar pengunjung rela berdiri di sepanjang bibir pantai sambil menikmati suasana festival.
Ramainya transaksi di kawasan UMKM menjadi bukti bahwa Lovina Festival bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Para pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan meningkatkan pendapatan melalui ribuan wisatawan yang hadir selama penyelenggaraan festival.
Suasana semakin semarak ketika wisatawan mancanegara tampak membaur bersama masyarakat lokal menikmati berbagai pertunjukan seni. Banyak wisatawan asing mengabadikan setiap momen menggunakan kamera maupun telepon genggam, sementara anak-anak yang tengah berlibur di Lovina terlihat antusias menyaksikan pertunjukan budaya Bali.
Rangkaian pembukaan diawali dengan sambutan pembawa acara yang menyambut seluruh tamu undangan, wisatawan, dan masyarakat. Acara kemudian dibuka dengan penampilan Tari Kembang persembahan Sanggar Seni Wahana Santi sebagai tari penyambutan. Gerak para penari yang anggun berpadu dengan alunan gamelan Bali berhasil memukau ribuan penonton dan disambut tepuk tangan meriah.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, mengatakan tema "Theater of Dolphins" dipilih untuk menggambarkan Lovina sebagai panggung alam yang memadukan keindahan laut, lumba-lumba sebagai ikon utama, serta kekayaan seni dan budaya masyarakat Bali Utara.
"Melalui tema Theater of Dolphins, kami ingin menghadirkan Lovina sebagai panggung alam yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan. Festival ini menjadi etalase pariwisata Bali Utara untuk mempromosikan destinasi wisata, seni budaya, serta berbagai potensi unggulan Kabupaten Buleleng kepada wisatawan domestik maupun mancanegara," ujarnya.
Reika menjelaskan, penyelenggaraan festival tahun ini dikemas melalui dua kawasan utama, yakni Panggung Tasik Madu pada 24–26 Juli 2026 yang menyasar wisatawan mancanegara dan Panggung Binaria pada 26–28 Juli 2026 yang lebih berorientasi kepada wisatawan domestik.
Menurutnya, durasi festival yang diperpanjang menjadi lima hari diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kabupaten Buleleng sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Panitia menargetkan 25.000 kunjungan wisatawan selama lima hari pelaksanaan atau rata-rata sekitar 5.000 pengunjung setiap hari.
Untuk mendukung target tersebut, Lovina Festival 2026 melibatkan lebih dari 250 pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas dari bidang seni, olahraga, lingkungan hidup, dan industri kreatif.
Festival ini didukung melalui APBD Kabupaten Buleleng, kontribusi pelaku industri pariwisata, serta dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN).
"Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan pariwisata daerah secara berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan, penataan kawasan Lovina yang telah selesai dilakukan pemerintah membuat kawasan wisata tersebut kini semakin indah, aman, nyaman, dan representatif sehingga diharapkan mampu memperkuat daya tarik Bali Utara sebagai destinasi wisata unggulan.
Selanjutnya, sambutan Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan oleh Dr. dr. Ayu Ariani, M.Si. menegaskan bahwa pembangunan pariwisata Bali kini diarahkan pada peningkatan kualitas sekaligus pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dalam sambutan tersebut disebutkan bahwa hingga Juni 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali telah mencapai sekitar 3,2 juta orang, sedangkan wisatawan nusantara mencapai sekitar 5 juta orang, hampir menyamai capaian periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Gubernur, pengembangan kawasan Bali Utara, termasuk Lovina, merupakan langkah strategis agar pertumbuhan sektor pariwisata tidak lagi terpusat di Bali Selatan.
"Pengembangan destinasi unggulan di Bali Utara menjadi langkah strategis dalam membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan," demikian isi sambutan Gubernur.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan sebuah pantun sebagai ajakan menjaga kelestarian alam.
"Burung camar terbang melayang,
Angin laut bertiup perlahan.
Mari jaga alam dengan kasih sayang,
Agar Lovina lestari sepanjang zaman."
Sebagai sambutan terakhir, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa Lovina Festival merupakan momentum penting dalam memperkuat citra pariwisata Bali Utara sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah melakukan berbagai penataan kawasan Pantai Lovina, mulai dari pembangunan jogging track, penataan ruang publik, hingga peningkatan fasilitas penunjang wisata agar kawasan tersebut semakin nyaman dikunjungi.
Usai sambutan Bupati, dilakukan penyerahan Sertifikat Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng yang diterima langsung oleh Bupati I Nyoman Sutjidra.
Penyerahan tersebut menjadi simbol pengakuan sekaligus dukungan pemerintah pusat terhadap Lovina Festival sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan nasional.
Selanjutnya, Bupati bersama para tamu kehormatan melakukan prosesi membunyikan cengceng sebagai tanda resmi dibukanya Lovina Festival 2026.
Dentingan cengceng yang menggema di kawasan Pantai Lovina langsung disambut tepuk tangan meriah ribuan pengunjung yang memenuhi lokasi acara.
Kemegahan pembukaan Lovina Festival 2026 mencapai puncaknya saat ratusan kembang api ditembakkan ke langit Pantai Lovina. Cahaya warna-warni yang menghiasi langit malam berpadu dengan deburan ombak dan sorak-sorai ribuan pengunjung menciptakan suasana yang begitu meriah.
Masyarakat, wisatawan domestik, hingga wisatawan mancanegara tampak antusias mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Gemerlap pesta kembang api menjadi penutup sempurna malam pembukaan Lovina Festival 2026 sekaligus menjadi simbol optimisme baru bagi kebangkitan pariwisata Bali Utara.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, ramainya transaksi UMKM, serta kuatnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, komunitas, dan masyarakat, Lovina Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Festival ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Buleleng sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat dalam satu panggung besar bernama "Theater of Dolphins." (Smty)


Social Header