Breaking News

Bakar Sampah Berujung Petaka, Meru Tumpang Tujuh Pura Puseh Batumadeg Nusa Penida Terbakar, Kerugian Rp300 Juta

Foto: Pelinggih Meru Tumpang Tujuh di Pura Puseh Desa Adat Batumadeg paska terbakar.

KLUNGKUNG, Bali Berkabar – Aktivitas pembakaran sampah diduga menjadi awal petaka yang menghanguskan Pelinggih Meru Tumpang Tujuh di Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.

Kobaran api sempat mengancam bangunan pura lainnya. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merembet dari lahan di sekitar pura hingga mengenai bangunan suci tersebut.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 12.20 WITA. Saat itu, seorang warga yang tengah dalam perjalanan pulang mendapat informasi dari seseorang yang berteriak bahwa terlihat kepulan asap dari arah Pura Puseh.

Warga tersebut kemudian bergegas menuju lokasi. Setibanya di pura, api sudah membakar Meru Tumpang Tujuh. Warga sekitar langsung bergotong royong berupaya memadamkan kobaran api.

Namun, upaya pemadaman terkendala karena aliran air PDAM sedang mengalami gangguan. Khawatir api menjalar ke bangunan pelinggih lainnya, warga akhirnya mengambil langkah darurat dengan mendorong dan menjatuhkan bangunan yang telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan agar api tidak merembet ke bangunan pura lainnya.

Personel Polsek Nusa Penida melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami peristiwa tersebut, termasuk menelusuri aktivitas pembakaran sampah yang diduga menjadi titik awal munculnya api.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H. membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan awal pelapor dan saksi, api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke lahan di sekitar pura.

Angin yang cukup kencang dan mengarah ke utara diduga turut mempercepat penjalaran api hingga akhirnya mengenai Meru Tumpang Tujuh.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta mengetahui pihak yang melakukan pembakaran sampah tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bangunan suci dengan perkiraan kerugian material mencapai Rp300 juta.

Setelah warga melakukan penanganan awal dan petugas terkait turun ke lokasi, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Polisi kini masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk aktivitas pembakaran sampah yang diduga menjadi titik awal munculnya api. (Smty)

Editor: Gede Sumertayasa, S.H.
© Copyright 2022 - Bali Berkabar