Kapolres Jembrana AKBP Cheery S.M. Simamora saat memberikan arahan kepada personel dalam kunjungan kerja ke Polsek Mendoyo dan Polsek Pekutatan.
Jembrana, Bali Berkabar — Kapolres Jembrana AKBP Cheery S.M. Simamora, S.E., S.I.K., M.I.K., meminta jajaran kepolisian di tingkat kewilayahan memperkuat pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis, responsif dan profesional.
Pesan tersebut disampaikan saat Kapolres melakukan kunjungan kerja ke Polsek Mendoyo dan Polsek Pekutatan, Rabu (23/9/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi wilayah, pelaksanaan tugas personel serta berbagai persoalan yang dihadapi anggota dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di Polsek Mendoyo, Kapolres diterima Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika, S.H., bersama jajaran. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Polsek Pekutatan dan diterima Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw, S.H., M.H., bersama para Kanit, Panit, Kasi, Ka SPKT dan personel.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menerima paparan mengenai kondisi kamtibmas, karakteristik masyarakat, potensi kerawanan, kekuatan personel hingga langkah yang telah dilakukan masing-masing Polsek dalam menjaga keamanan wilayah.
Kapolres mengatakan kunjungan kerja tidak hanya dimaksudkan sebagai evaluasi. Pertemuan langsung dengan personel di lapangan juga menjadi kesempatan untuk mendengar kondisi yang mereka hadapi sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan.
“Kehadiran kita di tengah masyarakat merupakan bagian dari pelayanan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, stakeholder dan tokoh-tokoh di wilayah, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Cheery.
Ia juga meminta setiap laporan dan pengaduan masyarakat ditangani secara cepat dan tepat. Namun, respons tersebut tetap harus disertai etika, sopan santun dan profesionalitas.
Menurutnya, setiap informasi yang diterima anggota perlu diklarifikasi terlebih dahulu agar tindakan Kepolisian yang dilakukan sesuai dengan situasi dan kebutuhan di lapangan.
“Kita adalah pelayan masyarakat. Jangan memposisikan diri sebagai orang yang harus dilayani. Setiap tugas merupakan tanggung jawab kepada bangsa dan negara, sehingga harus kita laksanakan dan pertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya kemampuan personel dalam melakukan deteksi dan peringatan dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Pemahaman terhadap karakteristik wilayah serta komunikasi yang intensif dengan masyarakat, kata dia, menjadi modal penting untuk mengetahui persoalan sejak awal sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Khusus kepada Bhabinkamtibmas, Kapolres meminta agar keberadaan polisi di desa benar-benar dirasakan masyarakat. Hal itu dapat dilakukan melalui sambang, patroli dialogis maupun membantu penyelesaian persoalan secara persuasif.
“Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran rekan-rekan di desa harus benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui sambang, patroli maupun dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya.
Selain pelayanan kepada masyarakat, Kapolres mengingatkan pentingnya disiplin dan soliditas internal. Apel, piket, patroli serta tugas pelayanan lainnya harus dijalankan sesuai ketentuan dan penuh tanggung jawab.
Dengan kondisi jumlah personel yang belum sepenuhnya ideal, ia meminta seluruh anggota tetap menjaga kekompakan dan saling mendukung.
“Dengan kekuatan personel yang ada, saya minta solidaritas dan kekompakan seluruh anggota tetap dijaga. Organisasi yang sehat harus didukung oleh personel yang sehat, baik secara fisik maupun dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, para pejabat utama Polres Jembrana juga memberikan penguatan kepada personel sesuai bidang tugas masing-masing. (Sdn)
Editor: Gede Sumertayasa, S.H.


Social Header