Badung, Bali Berkabar - Pelaksanaan International Association of Women Police (IAWP) Conference ke-26 di Bali yang berlangsung pada 20–24 September 2026 berjalan aman, lancar, dan kondusif. Polda Bali memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional tersebut dapat terlaksana tanpa adanya kejadian menonjol.
Kapolda Bali Irjen Pol Daniel mengatakan, pelaksanaan IAWP 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan internasional yang mendapat pengamanan Polda Bali sepanjang 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pengamanan internasional keempat yang dilaksanakan Polda Bali pada tahun ini.
“IAWP ke-26 yang saat ini diadakan di Bali merupakan kegiatan internasional yang keempat yang kita amankan pada tahun 2026. Kegiatan berlangsung dari tanggal 20 sampai dengan 24 September 2026,” kata Irjen Pol Daniel.
Sebagai penanggung jawab pengamanan, Polda Bali memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyambutan peserta, pengamanan rute, hingga pelaksanaan acara di sejumlah lokasi, berjalan sesuai dengan rencana.
“Selaku penanggung jawab kegiatan pengamanan ini, Polda Bali melaksanakan pengamanan mulai dari kegiatan penyambutan, kemudian rute, sampai kegiatan acara-acara di beberapa tempat. Dalam empat hari terakhir tidak ada laporan yang menonjol, tidak ada kejadian. Semuanya berjalan dengan lancar, kondusif, dan aman,” ujarnya.
Selain menjadi forum bagi polwan dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman, IAWP 2026 juga menjadi momentum mempererat hubungan dan membangun jejaring kerja sama kepolisian internasional. Para peserta dapat saling mengenal, termasuk memahami budaya serta karakteristik kepolisian dari masing-masing negara.
“IAWP ke-26 ini menjadi sarana silaturahmi dan sarana untuk saling mengenal langsung dari masing-masing polwan dan masing-masing negara. Kita bisa mengenal mereka, mengenal budaya mereka, dan mengenal kepolisian mereka,” tutur Irjen Pol Daniel.
Ia menambahkan, kerja sama internasional menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan kejahatan yang tidak mengenal batas negara. Karena itu, forum seperti IAWP dinilai dapat memperkuat kolaborasi antarkepolisian sekaligus meningkatkan peran polwan dalam menghadapi dinamika gangguan keamanan dan kriminalitas.
“Ini juga meningkatkan kerja sama menjadi lebih erat dan lebih luas, karena kejahatan atau tugas-tugas Polri tidak hanya ada dalam satu negara. Bisa terjadi melintasi negara. Peran polwan juga semakin diperlukan karena cukup dinamis perkembangan gangguan kamtibmas maupun kriminalitas yang terjadi,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran polwan dari berbagai negara dalam IAWP 2026 juga menjadi penyemangat bagi personel perempuan di lingkungan kepolisian untuk terus mengembangkan kapasitas dan kariernya.
“Ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi kita semua bahwa polwan bisa berkarier layaknya sebagai polisi laki-laki,” pungkasnya. (Sdn/Hms)


Social Header