Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Bapak Dicky Darmawan, SH, MH, bersama dengan Kepala Desa Pertanian Buleleng, Bapak Gede Melarat, tengah menghadiri acara apel gabungan yang diselenggarakan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Buleleng.
BULELENG, Baliberkabar.id — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng bersama Kejaksaan Negeri Buleleng mulai merealisasikan kolaborasi lintas sektor melalui pengembangan demplot pertanian di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt. Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong edukasi pertanian bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, SP, mengatakan demplot tersebut telah memasuki tahap akhir persiapan lahan dan dijadwalkan mulai ditanami pada pekan depan.
Menurutnya, lahan tersebut akan ditanami berbagai komoditas hortikultura seperti melon, semangka, dan kacang sebagai bagian dari program diversifikasi pangan daerah.
“Ini sektor hulu, yaitu budidaya. Kejaksaan ikut membuat demplot tanaman pangan seperti melon, semangka, dan kacang. Minggu depan mulai tanam, dan nanti kita targetkan panen bersama,” ujar Melandrat saat apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Buleleng, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan sebagai sarana edukasi pertanian bagi pelajar dan masyarakat umum.
Menurutnya, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan yang saat ini dihadapi sektor pertanian di Buleleng. Karena itu, keberadaan demplot diharapkan mampu memperkenalkan dunia pertanian kepada generasi muda sejak dini.
“Regenerasi petani kita sangat minim. Karena itu lokasi ini nanti juga akan menjadi tempat edukasi bagi anak-anak sekolah,” katanya.
Melandrat menilai, meskipun program tersebut masih dalam skala terbatas, dampaknya diharapkan mampu memberikan efek berantai terhadap penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus menumbuhkan minat masyarakat terhadap sektor pertanian.
Kolaborasi tersebut mendapat dukungan dari Kejaksaan Negeri Buleleng yang turut terlibat dalam pengembangan demplot sebagai bentuk sinergi lintas instansi.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Bapak Gede Melanda SP, memimpin apel gabungan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Buleleng.
Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Dicky Darmawan, SH, MH, menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak boleh berhenti pada forum koordinasi maupun kegiatan seremonial semata.
“Kami tidak ingin kolaborasi ini hanya berhenti sebagai konsep. Hari ini kita buktikan ada wujud nyata, bahkan Kejaksaan ikut turun dalam pengembangan demplot,” ujarnya.
Menurut Dicky, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak melalui kerja sama yang kuat dan saling mendukung.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus menjadi super team agar pembangunan Buleleng bisa lebih kuat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dicky juga mengingatkan pentingnya integritas aparatur negara dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
“Kita sebagai aparatur sipil negara memiliki banyak kewenangan, tetapi jangan sampai disalahgunakan dalam pelaksanaan tugas. Dalam bekerja, kita tetap harus berpegang pada aturan dan etika pelayanan publik,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah demi mempercepat terwujudnya masyarakat Buleleng yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Program demplot di Desa Tangguwisia ini menjadi salah satu contoh kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum yang diwujudkan dalam kerja lapangan. Ke depan, keberhasilan program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Buleleng. (Smty)


Social Header